Berubah Atau Diubah

 BERUBAH ATAU DIUBAH!

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

(Roma 12:2)

Pardomuan Marbun M.Th

Melihat masa ke masa hingga saat ini, maka satu hal yang dapat kita akui bersama adalah perubahan yang terjadi di sekiling kita. Perubahan adalah sesuatu kenyataan yang tidak bisa kita hindari.. Jika kita mengamati juga kepada sekeliling hingga kemajuan teknologi saat ini, semuanya mengalami perubahan yang sangat cepat. Katakan saja mengenai handphone yang ada di tangan kita saat ini, dari yang paling berat sampai paling ringan, dari tidak punya kamera, hingga kamera luar biasa, dari hanya telepon suara, hingga video call yang membuat yang jauh menjadi terasa begitu dekat. Belum lagi dengan segala pembangunan dan lingkungan sekitar kita yang secara cepat berubah dari sawah, kebun, hutan, disulap menjadi gedung, toko, pasar dan perumahan-perumahan. Demikianlah perubahan yang terjadi menjadi sesuatu yang tidak dapat kita hindari kecuali menyesuaikan diri dengannya.

Perubahan menjadi sebuah siklus yang sudah pasti terjadi. Jika kita mengaiitkannya kepada kehidupan manusia, perubahanpun terlihat nyata terjadi. Bayi lahir menjadi anak-anak, kemudian menjadi remaja, bertambah tahun kemudian menjadi pemuda, menikah, punya anak dan kemudian menjadi orangtua dan setelah tua kemudian meninggal. Perubahan ini tidak dapat kita elakkan dan hanya dapat disyukuri.

 Perubahan itu terkadang datang dengan menyenangkan kita namun sering juga perubahan datang dengan menyakitkan dan mendukakan hati. Seperti seorang ibu yang melihat anaknya yang baru lahir dan pertumbuhannya tentu sangat menyenangkan. Namun bagaimana jika usia si anak bertambah,namun sifatnya tetap, tentu ini akan menyedihkan bukan? Atau jika usia kita bertambah tua, namun tenaga dan kekuatan kita semakin berkurang. Melalui ini kita melihat ada sisi positif dan negative dari setiap perubahan itu.

Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi entah itu kita suka atau tidak. Terkadang perubahan itu datang menghampiri kita dan memaksa kita untuk berubah sesuai keadaan. Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa kita juga bisa membuat perubahan itu. Kita bisa membuat perubahan terhadap diri kita sendiri, keluarga, lingkungan sekitar bahkan dunia sekalipun. Pilihan ada ditangan setiap kita, apakah diubah oleh situasi atau kita yang mengubah. Perubahan tetap terjadi, namun hasil dari perubahan itu akan berbeda jika kita yang membuat perubahan, dibandingkan kita dipaksa berubah oleh keadaan dari luar diri kita.

Rasul Paulus menyadari dengan betul akan perubahan yang harus dipilih dan dilakukan oleh orang-orang yang ada di dalam Kristus. Oleh karena itulah dia menasehatkan orang-orang percaya di Roma untuk tidak diubah oleh dunia dimana mereka tinggal, tidak dipaksa menjadi sama dengan dunia, melainkan orang-orang percaya ini harus berubah. Maksud Paulus di dalam Roma 12:2 sangat jelas sekali bahwa menjadi serupa dengan dunia berarti, keadaan dunia maupun situasi yang memaksa orang-orang percaya mengikuti dunia. Hal ini sangat ditentang oleh Paulus.

Paulus tidak menginginkan orang-orang percaya diubah oleh dunia sehingga memiliki nilai-nilai kehidupan maupun perbuatan yang sama dengan dunia. Itulah sebabnya Paulus berkata “berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Berubah dalam hal ini dimaksudkan oleh Paulus adalah perubahan yang dikerjakan dari dalam diri orang percaya itu sendiri. Berubah yang dimulai dari kesadaran akan perlunya Tuhan dalam hidup orang percaya. Berubah untuk mengerti dan mengenal kehendak Allah, mengenal apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Perubahan inilah yang dituntut dari orang-orang percaya, dimana hidup mereka tertuju dan fokus untuk memuliakan nama Tuhan, mengerjakan kehendak Tuhan dan berkenan kepada-Nya.

Perubahan adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Namun menjadi refleksi bagi kita, apakah kita berubah atau diubah? Apakah kita yang mengubah atau kita diubah oleh dunia? Apakah nilai hidup kita diubah oleh dunia? Atau kita memilih untuk mengubah nilai hidup kita sesuai kehendak Allah, sesuai dengan FirmanNya? Seseorang yang mau berubah berarti mau mengambil tindakan secara sadar sesuai dengan tujuannya. Namun seorang yang tidak mau berubah berarti dengan pasrah diubah oleh sesuatu yang datangnya dari luar dirinya. Pilihan ada pada kita semua, apakah kita memilih berubah atau diubah?


2 comments:

  1. terimakasih pak,sangat memberkati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama, kiranya bisa memberkati dannjuga jangan lupa bagikan ke teman teman lainnya dan juga klik follow yaa.

      Delete

Jika anda Ingin Membantu pelayanan ini, silahkan kirimkan bantuan anda dengan menghubungi email charinmarbun@gmail.com. Jika anda diberkati silahkan Tuliskan dalam komentar. Jika ada pertanyaan dan permohonan Topik untuk dibahas, silahkan tuliskan dikolom komentar. Terimakasih sudah membaca, Tuhan Yesus memberkati selalu.