RUMAH BAPA

 RUMAH BAPA 

Yohanes 14:1-31

 

    Yohanes 14:1-14 berbicara mengenai “Rumah Bapa.” Dalam Perikop ini Yesus memulainya dengan berkata “janganlah Gelisah hatimu,Percayalah kepada Allah dan percaya jugalah kepadaKu. Hal ini diungkapkan oleh Yesus setelah memberitahu kepada murid-murid Nya bahwa Ia akan Pergi ke Tempat dimana murid murid tidak bisa temukan. Kepergian yang dimaksud Yesus adalah tempat dimana Ia akan kembali kepada Bapa. Tempat dari mana Yesus berasal. Mendengar berita kepergian Yesus inilah maka Yesus Tahu bahwa hati murid murid mulai gelisah dan takut. Olehkarena itu Yesus dengan tegas mengatakan supaya murid-murid tidak gelisah, melainnkan menaruh kepercayaanya kepada Allah dan kepada Yesus.  Yesus mengingatkan kepada murid-murid supaya percaya kepada ALLah dan Kepada Yesus sendiri yang telah menjadi guru mereka dan bersama sama mereka kurang lebih 3 ½ tahun. Setelah mengingatkan murid-murid untuk percaya kepada Yesus dan kepada Allah Yesus melanjutkan perkataannya dengan mengatakan bahwa di Rumah BapaKu Banyak tempat tinggal, dan Aku akan pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu.  Dari pernytaaan Yesus ini jelas sekali apa yang menjadi Tempat  Yesus, Yaitu Rumah Bapa, Tujuan Yesus pergi ke Rumah Bapa ini juga sangat jelas Yaitu untuk menyediakan tempat bagi murid muridNya dan tentunya bagi orang orang percaya masa kini. Melalui hal ini kita dapat melihat bagaimana hati Yesus bagi murid-muridNya, kemanapun dan dimanapun Yesus hatinya adalah untuk menyediakan yang Terbaik bagi murid-muridNya. “Rumah Bapa” adalah tempat masa depan bagi murid murid Kristus (orang percaya). Yesus Menyediakan masa depan bagi murid-muridNya. Yesus menyediakan masa depan bagi orang percaya. Oleh karena itu Yesus kembali menegaskan bahwa Ia akan kembali dan membawa murid-muridNya ketempat yang sama yaitu Rumah Bapa.  Yesus memberi gambaran Rumah Bapa untuk menjelaskan adanya hubungan yang harmonis antara Bapa dan anak. Dimana Alah sebagai Bapa dan orang percaya sebagai anak. Kiasan Rumah Bapa ini menjelaskan bahwa terciptanya hubungan yang bahagia antara anak dan Bapa, dimana anak bisa bertatap muka dan berbicara langsung dengan Bapa. Tentu gambaran ini akan tercapai ketika Yesus datang kembali.

    Dalam bagian berikutnya menceritakan mengenai Pengertian Rumah Bapa ini masih tidak jelas bagi Thomas dan juga murid2 yang lain. Mungkin apa yang dipahami Thomas dan murid2 ini juga banyak dipahami oleh orang percaya masa kini, dimana Rumah Bapa belum dimengerti secara jelas dan bagaimana untuk dapat pergi ke sana belum juga dimengerti. Hal inilah yang membuat Thomas bertanya kepada Yesus, bagaimana jalan menuju ke sana?.  Menjawab Pertanyaan Thomas itu Yesus berkata “ AKulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.  Pernyataan dan jawaban Yesus ini sangat tegas dan seharusnya sudah sangat jelas bahwa Yesuslah Jalan menuju Bapa tersebut, Namun ternyata bagi Filipus belum juga jelas sehingga Filipus bertanya dan meminta kepada Yesus: Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada Kami.   Oleh karena itu Yesus menegur filipus dan berkata Telah sekian lama aku bersama sama dengan kamu filipus, namun kamu belum mengenal Aku.  Yesus kembali menegaskan dengan sangat jelas, bahwa barangsiapa telah melihat Yesus, dia telah melihat Bapa.  Dengan lebih lagi Yesus menegaskan bahwa Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus.  Apa yang Yesus maksudkan dan jelaskan kepada murid-murid ini adalah kesatuan Yesus dengan Bapa.  Bahwa Yesus dan Bapa adalah satu.  Oleh karena itulah Yesus kembali menegaskan pada murid-murid itu supaya  percaya kepada Yesus bahwa Ia dan Bapa adalah satu. Dan melalui apa yang Yesus telah kerjakan selama ini bersama dengan murid-murid itu adalah  pekerjaan-pekerjaaan Bapa. Lebih lagi Yesus menegaskan bahwa barangsiapa yang percaya kepada Yesus, maka ia juga akan melakukan pekerjaan2 yang Yesus lakukan bahkan yang lebih besar lagi.  Bahkan Yesus melanjutkannya dengan janji bahwa barang siapa yang percaya dan meminta kepadaNya, dalam nama Yesus, Maka Yesus akan melakukannya.  Dari hal ini kita melihat penekanan Yesus akan percaya.  Percaya atau beriman kepada Yesus sebagai Allah,Tuhan dan Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup itu. Pertanyaannya saat ini bagi kita, adakah kita percaya saat ini, atau kita sama dengan Thomas, filipus yang masih ragu dan tidak percaya akan apa yang Yesus katakan? Apakah kita saat ini masih seperti Filipus yang tidak mengenal Yesus? Ingatlah, percaya sama dengan mengenal. Percaya berarti melakukan pekerjaan pekerjaaan Nya.

    Yohanes 14:15-31 berbicara mengenai janji Yesus yang akan memberikan Penghibur yaitu “Roh Kudus”.  Dalam bagian perikop yang kedua ini dimulai oleh Yesus dengan berkata jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu (15).  Ini menjadi penting dan menjadi dasar dari ucapan Yesus berikutnya.  Hal ini menjadi jelas bagi kita bahwa mengasihi berarti melakukan perintahNya.  Mengasihi berarti TAAT kepadaNya.  Ketaatan menjadi sangat penting bagi seorang yang mengasihi.  Namun melalui pernyataan Yesus ini jelas sekali bahwa dasar dari ketaatan itu adalah mengasihi. Kasih harus mendahului ketaatan. Kasih mendahului kewajiban. Tentu akan sangat berbeda jika kewajiban/ketaatan mendahului kasih. Jika ketaatan/kewajiban mendahului kasih, maka kita akan jatuh kepada apa yang sering disebut dengan legalisme.  Oleh karena itulah apa yang Yesus katakana kepada murid-murid ini, sekaligus menegur mereka untuk mengoreksi hati apakah benar mengasihi Yesus.  Tentunya hal ini juga menjadi pertanyaan bagi kita saat ini, apakah kita benar-benar mengasihi Dia? Atau selama ini hanya diucapan saja kita mengasihi Yesus? Hanya dalam pujian, lagu lagu yang kita nyanyikan saja? Tetapi dalam kehidupan kita sehari-hari malah justru kita tidak melakukan FirmanNya, kita tidak menuruti perintah-perintahNya? Renungkanlah!

Pernyataaan sebab akibat yang dilontarkan Yesus yaitu “jikalau mengasihi,maka akan menuruti” menjadi dasar kepada janjiNya yang berikutnya.  Yesus berkata bahwa Ia akan minta kepada Bapa untuk memberikan Penolong yang lain yang akan menyertai murid-murid/orang percaya selama-lamanya.  Hal ini dijanjikan oleh Yesus, karena Ia tahu hati murid-murid sedang gelisah dan gentar karena mengetahui bahwa tidak lama lagi Yesus akan pergi.  Yesus tahu dengan benar dan jelas apa yang dirasakan dan apa yang akan terjadi kepada murid-murid.  Oleh karena itu, sebelum Yesus pergi,  Dia mempersiapkan Penolong yang lain yaitu Roh Kebenaran, Roh Kudus yang adalah Allah yang akan menyertai murid-murid/orang percaya selama lamanya. Roh Kudus lah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada murid-murid/orang percaya dan mengingatkan akan segala sesuatu mengenai Firman Tuhan. Roh Kudus akan tinggal dan diam di dalam diri murid murid/orang percaya.  Yesus menyakinkan murid-muridNya bahwa kepergianNya akan meninggalkan Damai sejahtera dan damai sejahtera itu tidak sama dengan yang diberikan oleh dunia. Damai Sejahtera itu akan tinggal bersama sama dengan orang percaya melalui Roh Kudus yang menyertai sampai selama-lamanya.  Yesuspun kembali mengungkapkan bahwa barang siapa mengasihi, ia akan menuruti firmanNya dan Bapa, Yesus dan Roh Kudus akan datang dan diam di dalam diri orang yang mengasihi tersebut.  Dan sebaliknya, barangsiapa tidak mengasihi, maka ia tidak akan menuruti firmanNya.  Hal ini menjadi penting untuk kita renungkan bersama, apakah sauadara dan saya benar-benar mengasihi Dia? Sejauh mana kita telah taat akan firman Tuhan? Bagaimana firman Tuhan dapat kita lakukan dalam keseharian kita? Sejauh apa firman itu mempengaruhi pikiran, hati dan jalan jalan kita ? bagaimana firman itu nyata di dalam keputusan-keputusan kita?  Saya Percaya ketika kita benar-benar mengasihi Yesus dan taat akan firmanNya, maka semua Janji Yesus akan digenapi dalam hidup kita.   

    Terpujilah nama Tuhan Yesus,kiranya renungan ini menjadi rhema dan berkat bagi kita semua yang mendengarkan dan mengarahkan kita kepada kehidupan yang mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Amin.

Comments

Popular posts from this blog

Teologi Kitab 1 dan 2 Raja raja

Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa