Showing posts with label khotbah. Show all posts
Showing posts with label khotbah. Show all posts

Khotbah: Eksposisi Kitab Rut 1:1-5


Khotbah: Eksposisi Kitab Rut 1:1-5


Dalam bagian Rut 1:1-5, narrator menuliskan ceritanya dengan sangat jelas dan sistematis. Meskipun tergolong singkat, Namun ke 5 ayat dalam bagian pendahuluan ini menjadi penting dan mendasar untuk mengerti kisah selanjutnya dalam kitab Rut sesuai dengan yang dimaksud oleh sang Narator. Dalam bagian ini saya memberikan 5 topik bagian dari setiap ayat yang ada yang tentunya sesuai juga dengan konteks masa kini, antara lain:

Khotbah: Eksposisi Kitab Rut 1:1-5

Ayat 1a. Penderitaan datang Menghampiri

    Dalam bagian ini narrator memulai ceritanya dengan mengangkat pada satu masa ada kelaparan di tanah Israel. Kelaparan itu terjadi pada masa para hakim memerintah. Ini sebenarnya memberikan rujukan kepada kita bahwa apa yang terjadi pada masa para hakim adalah dosa yang begitu bejat dilakukan oleh bangsa itu (Hakim-hakim 21:25). Di zaman itu semua orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya. Dengan demikian narrator seperti memberi arahan bagi kita bahwa penyebab kelaparan itu berhubungan dengan perbuatan dosa yang dilakukan bangsa itu. Kita juga dingatkan oleh narrator bahwa akibat dosa dapat membawa kelaparan kepada manusia. Hal ini sama persis dengan kutuk yang diterima oleh Adam dan Hawa ketika berdosa di taman eden, dimana Allah mengutuk tanah sehingga harus bersusah payah dalam mencari rezeki (Kej.3:17). Oleh karena itulah, kita bisa melihat ide Narator bahwa dosa dapat mengakibatkan penderitaan. Hal ini sekaligus menjadi pengantar dari kitab ini, sehingga kita bisa melihat diakhir dari kitab ini narrator memunculkan ide mengenai kasih Allah yang menebus melalui kisah Boas menebus Rut. Jadi dapat kita simpulkan bahwa kelaparan yang terjadi adalah konsekuensi langsung dari dosa bangsa itu. Hal ini tentu tidak dapat diprediksi oleh bangsa itu kapan terjadinya karena kita tahu bahwa Israel adalah tanah yang dijanjikan oleh Tuhan melimpah susu dan madunya.

Oleh itulah Kelaparan yang terjadi itu sangat berat dan bukan hanya terjadi di satu wilayah, melainkan di seluruh tanah Israel. Kelaparan ini dialami oleh semua orang yang ada di tanah Israel. Kelaparan ini menjadi satu penderitaan yang menyiksa dan menakutkan. Jika kita lihat dalam konteks masa kini,tentu semua kita tidak mau terjadi kelaparan. Namun jika melihat apa yang baru-baru saja terjadi secara khusus di kota Batam di pertengahan 2020 hingga 2021 ada begitu banyak orang menderita dan ketakutan karena keadaan Covid 19 yang membuat semua masyarakat harus tinggal di rumah. Hal ini membuat masyarakat tidak bisa bekerja, sehingga ekonomi terhenti dan mati. Ada ribuan keluarga yang akhirnya meninggalkan Batam dan kembali ke kampungnya. Kita melihat ada kelaparan yang dapat dikatakan besar di kota Batam akibat Covid 19. Dan kelaparan itu bukan saja hanya ada di Batam, tetapi hamper di seluruh Indonesia yang pada umumnya di kota kota besar yang kebanyakan masayarakatnya menggantungkan kehidupannya dari pekerjaan sebagai karyawan ataupun usaha kecil menengah. Semua hal ini terjadi diluar dari perkiraan setiap kita. Melalui hal ini kita belajar bahwa penderitaan itu bisa menghampiri kapan saja dan dimana saja.

Ayat 1b. Respon terhadap Penderitaan (Allah yang dilupakan).


Di dalam bagian ayat 1b, narrator memberi informasi bahwa ada satu orang yang meresponi kelaparan itu dengan pergi membawa istri dan kedua anaknya laki-laki meninggalkan Betlehem-Yehuda menuju daerah Moab dan menetap disana sebagai orang asing. Narator sedang mengarahkan pembaca ceritanya bahwa ada seseorang yang meresponi penderitaan dengan “kabur” meninggalkan apa yang disebut sebagai tanah perjanjian, apa yang disebut sebagai rumah roti. Orang yang pergi ini tidak hanya bermaksud sementara karena ia membawa isteri dan anak-anaknya. Hal ini berarti keyakinan tentang Allah yang menyediakan, Allah yang berjanji dan Allah yang menepati janjinya, telah sirna dari orang ini. Oleh karena itulah mungkin narrator sengaja tidak menuliskan tentang Allah di bagian ayat pertama ini. Mungkin Allah telah “dilupakan” di dalam kisah ini. Mengapa demikian, karena kepergian seseorang ini bertolak belakang dengan apa yang selama ini dialami oleh bangsa Israel, dimana Allah membawa mereka keluar dari Mesir dan masuk ke tanah perjanjian ini. Allah menyediakan makanan selama kurang lebih 40 tahun bangsa itu di padang gurun. Allah begitu banyak melakukan hal-hal yang spektakuler/mujizat2 yang luar biasa. Orang ini telah melupakan semuanya itu.

Dalam kehidupan masa kini, berapa banyak orang-orang yang kita lihat ketika mengalami masalah dan penderitaan mereka malah justru meninggalkan Tuhan. Ketika sakit tak kunjung sembuh, mereka malah hancur imannya. Ketika keluarga mereka tidak akur, mereka malah menjauh dari Tuhan. Saya mengenal banyak orang-orang seperti ini. Salah satu jemaat yang saya layani juga demikian. Dimasa semua baik-baik saja, dia sangat rajin bersaksi, rajin beribadah, dan rajin memberi. Namun ketika anak sulungnya yang perempuan mengalami perceraian dalam rumah tangganya, itu mengakibatkan jemaat ini tidak lagi dating beribadah, ia akhirnya menjauh dari Tuhan dan pergi meninggalkan Tuhan.

Melalui hal ini kita belajar bahwa meresponi penderitaan seharusnya bukanlah meninggalkan Tuhan tetapi melainkan mendekat kepadanya dan semakin dekat senantiasa kepadanya.

Ayat 2. Identitas tak sesuai Tindakan


Dalam bagian ini narrator memberikan informasi mengenai identitas orang tersebut yang diikuti dengan perginya mereka meninggalkan Betlehem-Yehuda menuju tanah Moab. Identitas ini menjadi penting karena identitas itu menjadi harapan, tindakan yang nyata. Oleh karena itulah narrator menyebut langsung nama dari orang itu ialah Elimelekh yang berarti “Allah adalah Raja” dan istrinya Naomi yang berarti “menyenangkan,kesukaan, keindahan.” Identitas/nama yang dimiliki oleh Elimelekh tidak sesuai dengan respon/tindakan yang dilakukannya untuk meninggalkan Betlehem-Yehuda dan pergi ke tanah Moab. Dari hal ini kita bisa mengira bahwa narrator sedang mengidentifikasikan Elimelekh yang berjalan tak sesuai dengan apa yang dimaksudkan baginya. Elimelekh telah mengambil keputusan yang salah dalam hal ini.

Ketika membaca kisah ini, saya teringat dengan seorang teman yang bernama “Sabar” dan tentunya kita berharap dia adalah orang yang sabar. Tetapi sejauh saya berteman denganya selama kuliah, justru saya dan teman lainnya yang harus banyak bersabar atas ulahnya yang terkadang usil dan menjengkelkan. Nah bagaimana dengan kita semua, bukankah identitas kita adalah orang percaya, orang Kristen, apakah identitas itu melekat dan terpancar dari kehidupan dan keputusan kita?

Ayat 3-5. Sudah Jatuh tertimpa Tangga


Dalam bagian ini Narator memberikan informasi bahwa Elimelehk akhirnya mati (ayat 3) sehinngga Naomi tinggal Bersama kedua anaknya. Ini adalah kesedihan yang mendalam bagi Naomi, harus kehilangan suaminya di tanah perantauan. Oleh itulah mungkin anak-anak Naomi Mahlon dan Kilyon menikah dan mengambil orang Moab menjadi isterinya, yaitu Orpa dan Rut (ayat4). Pernikahan kedua anak laki-laki Naomi ini mungkin bisa sedikit mengobati duka yang dialami oleh Naomi. Oleh itulah Narator menuliskan bahwa mereka masih tinggal di Moab kira-kira 10 tahun lamanya. Belum usai penderitaan yang dialami Naomi, karena kehilangan suaminya, dan kedua anaknya laki laki yang menikahi perempuan Moab belum juga memilki keturunan (artinya selama 10 tahun, Naomi belum juga memiliki cucu). Naomi kembali mengalami duka yang lebih dalam, yakni ia harus kehilangan kedua anaknya. Naomi kini tinggal sendiri di negeri orang. Naomi hidup sebatang kara. Penderitaan yang dialami oleh Naomi dating bertubi-tubi. Oleh itulah kita bisa mengatakan bahwa Naomi sudah jatuh tertimpa tangga lagi.

Penderitaan, masalah, pergumulan semuanya bisa datang secara bertubi-tubi menghampiri kita. Sama seperti yang dialami oleh Naomi, penderitaan yang cukup berat datang secara bergantian. Tetapi kisah Naomi tidak berhenti hanya sampai di masa penderitaan itu. Kisah Naomi terus berlanjut dan kita melihat sang Narator telah memiliki alur cerita dari kehidupan Naomi. Demikian juga halnya dengan kehidupan kita. Narator kehidupan kita telah memliki alur cerita dari seluruh kehidupan kita. Ada mungkin masa-masa yang berat akan kita alami seperti pengalaman Naomi, tetapi mari kita percaya kepada Narator itu,bahwa akan ada akhir yang indah dari cerita penderitaan itu.

i. Rut 1:6-14


Jika di dalam ayat 1-5, narrator lebih menekankan kepada Elimelehk dan segala keputusan yang diambilnya serta akibatnya. Di dalam ayat 6-14 ini, narrator beralih focus kepada Naomi, si janda malang yang telah ditinggal suami dan anak-anaknya. Di dalam ayat 6 bagian inilah narrator pertama sekali menyebut nama Tuhan, yakni Naomi mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan dan memberikan makanan kepoada mereka. Ini sebenarnya menjadi titik balik dari kehidupan Naomi.

Ayat 6 Timbulnya Harapan (Kembali Ke Betlehem)

    Dalam bagian ini dijelaskan bahwa Naomi memutuskan untuk kembali ke Betlehem setelah semua penderitaan yang dialaminya (ayat 1-5). Keinginan untuk kembali ke Yerusalem ini dimiliki oleh Naomi setelah ia mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan umatNya dan memberikan makanan kepada mereka. Melalui hal ini kita melihat sikap yang diambil oleh Naomi sudah sangat tepat bahwa ia mendengar tentang Tuhan dan ia kembali. Mendengar akan perbuatan Tuhan inilah yang menimbulkan harapan bagi Naomi. Hal yang sama juga terjadi bagi kita, dimana ketika kita mendengar tentang perbuatan-perbuatan Tuhan baik melalui firmanNya maupun kesaksian-kesaksian, maka itu akan menimbulkan harapan. Harapan akan kuasa Tuhan, harapan akan pertolongan Tuhan, harapan akan pemulihan dari Tuhan. Harapan inilah yang kan membuat kita bertahan dalam penderitaan dan kembali terus mempercayai Tuhan. Saya secara pribadi dalam bersikap di tengah-tengah kesulitan dan penderitaan akan selalu memberika diri untuk mendengar Firman Tuhan dan perbuatan-perbuatannya serta berharap senantiasa kepada Tuhan.

Ayat 7-14. Seleksi (Perjalanan Pulang)


Dalam bagian ini merupakan kisah dimana Naomi dalam perjalanan pulang ke Betlehem menasehatkan kepada menantunya Rut dan Orpa untuk kembali ke Moab negara asalnya karena dalam pemikiran Naomi, menantunya akan lebih mapan di Moab dibandingkan bersamanya di Betlehem. Hal ini disebabkan secara keturunan karena Naomi telah kehilangan suaminya, anak-anaknya. Oleh karena itu tidak mungkin lagi ada anak yang bisa menjadi suami bagi Rut dan Orpa. Selain itu, secara ekonomi juga Naomi sudah tidak punya apa apa, bahkan tidak punya lahan/tanah untuk ditanami. Jadi baik secara ekonomi maupun secara keturunan, Naomi sudah tidak bisa diharapkan lagi. Oleh karena itulah Naomi menyuruh kedua menantunya untuk meninggalkannya. Namun dari 2 menantunya Orpa dan Rut, akhirnya salah satu meninggalkan Naomi dan kembali ke Moab yaitu Orpa. Pertimbangan Lahiriah yaitu keturunan (suami) dan ekonomi menjadi landasan utama Orpa untuk meninggalkan Naomi. Orpa sama sekali tidak mengikutsertakan pertimbangan rohani (iman) dalam mengambil keputusan. Hal ini mungkin biasa saja terjadi karena memang Orpa adalah orang Moab yang tidak mengenal Allah Israel.Melalui hal ini saya belajar bahwa hal-hal lahiriah seperti ekonomi bisa saja menjadi alat seleksi dalam mengiring Tuhan. Oleh karena itu sekalipun dimasa sulit, maka pertimbangan iman harus tetap diikutsertakan dalam mengambil keputusan.

DISIPLIN BERPUASA DALAM PERSPEKTIF IMAN KRISTEN


sumber foto:internet

DISIPLIN BERPUASA DALAM PERSPEKTIF IMAN KRISTEN

Oleh: Juniati Yusuf

Pendahuluan

    Kegiatan puasa tentunya tidak asing bagi masyarakat pada masa kini. Bahkan agama-agama yang tersebar di Dunia banyak yang menerapkan kegiatan puasa dalam ajaran agamanya. Begitu juga kekristenan, Gereja-gereja banyak menetapkan dan melakukan puasa dalam ajarannya. Dimana kegiatan puasa dilakukan oleh para pelayan Tuhan dan jemaat dalam Gereja tersebut.

    Sekalipun puasa diyakini sebagai salah satu ajaran dalam kekristenan. Namun tidak sedikit orang juga yang melupakan dan mengabaikan pentingnya berpuasa. Dimana sebagian orang memiliki pandangan dan pemahaman puasa sebagai suatu kewajiban dengan melakukan disiplin. Disisi lain, beberapa orang juga masih kebingungan dan tidak tahu dengan memberikan pertanyaan yaitu: mengapa harus berpuasa? bagaimana sebenarnya puasa menurut agama Kristen? serta untuk apa berpuasa dilakukan?. Pertanyaan ini muncul dari pemikiran orang Kristen yang belum memahami puasa. Pada akhirnya, kebanyakan orang Kristen bahwa puasa hanyalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan tidak makan dan tidak minum, menahan diri dan menahan hawa nafsu. Pemahaman orang Kristen melakukan puasa hanya sebagian kecil orang saja atau orang kristen yang sama sekali tidak ingin berpuasa.

    Kegiatan Puasa menerapkan suatu pengajaran yang wajib dilakukan. Dalam hal ini, puasa berhubungan dengan kegiatan yang melibatkan disiplin. Dengan kata lain, kegiatan ini disebut Disiplin Berpuasa. Oleh karena itu, penulis dalam paper ini akan menjelaskan makna puasa, bagaimana pandangan Alkitab mengenai puasa di dalam kekristenan. Selain itu, penulis juga akan menjelaskan tujuan berpuasa serta relevansinya bagi orang Kristen pada masa kini. Sehingga setiap orang Kristen dapat memahami dan melakukan disiplin berpuasa.Definisi Puasa

    Secara umum, makna berpuasa merupakan suatu kegiatan tidak makan dan tidak minum. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berpuasa diambil dari kata dasar “Puasa” adalah menghindari makan, minum, dsb, dengan sengaja (terutama bertalian dengan Agama). Puasa merupakan suatu ajaran yang ditetapkan berdasarkan agama-agama di Dunia. Orang-orang di luar keristenan memahami puasa dengan pandangan atau pemahaman yang berbeda. Pemahaman para penganut okultisme menngenai puasa ialah “Puasa bagi mereka merupakan cara penyiksaan diri dengan tidak makan dan tidak minum sehingga kuasa dan kekuatan gaib serta berhasil menciptakan atau membentuk benda-benda sakral dan mengandung kekuatan gaib (magis).”

    Puasa dalam ajaran Kristen tidak hanya sebatas kegiatan tidak makan dan tidak minum atau hanya sebuah kegiatan menahan diri dari segala hal-hal lain. Melainkan kegiatan puasa yang lebih berpusat kepada Allah. Dalam bahasa Ibrani, kata “Puasa” diterjemahkan dengan kata ‘Tsum’ dan ‘Inna Nafsyo’ yang diartikan secara harafiah sebagai seseorang dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Sedangkan dalam bahasa Yunani, kata ‘Puasa’ diterjemahkan dengan kata ‘Nesteou’ yang berarti tanpa makanan atau lapar. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa berpuasa merupakan kegiatan tidak makan dan tidak minum dengan bertujuan untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Jenis-jenis Puasa

Menurut Perjanjian Lama

    Kegiatan disiplin puasa telah dilakukan para tokoh Alkitab dalam perjalanan sejarah perjanjian lama. Alkitab Perjanjian Lama mencatat kegiatan orang Israel (Ibrani) berpuasa pada Hari Pendamaian. Orang Israel melakukan hal tersebut pada saat puasa, biasanya disertai dengan doa. Kegiatan ini dilakukan ketika orang-orang Israel masa-masa sulit yang dialami pada saat itu, seperti dilanda peperangan, kekeringan, kelaparan. Selain itu, ada beberapa tokoh Perjanjian Lama yang berpuasa. Masing-masing tokoh-tokoh melakukannya dengan cara, tujuan dan jenis puasanya yang berbeda. Diantaranya, tokoh Musa yang tidak makan dan tidak minum sama sekali selama 40 hari 40 malam ketika menghadap Allah di Gunung Sinai. Selanjutnya, Nehemia berdoa dan berpuasa untuk Yerusalem (Neh 1:4). Kemudian, Yoel yang menyuruh umat untuk bertobat dan berpuasa (Yl. 2:12). Sehingga dapat dilihat bahwa para tokoh Alkitab Perjanjian Lama melakukan puasa untuk meminta belas kasihan Allah ketika mengalami masa-masa sulit tersebut.

Menurut Perjanjian Baru

    Yesus memberikan teladan dalam hal berpuasa yang tercatat di dalam Perjanjian Baru. Sebelum memulai pelayanan-Nya, Yesus mengadakan puasa selama 40 hari 40 malam. Selain itu, Matius 6: 16-18, Yesus memberikan pengajaran mengenai puasa di atas Bukit. Yesus menjelaskan pengajaran-Nya dan mengharapkan murid-murid-Nya untuk berpuasa. Yesus tidak memberikan panduan spesifik kepada murid-murid-Nya mengenai cara-cara atau bagaimana berpuasa yang benar. Namun Yesus mengajarkan puasa yang berbeda dari pada puasa orang-orang Farisi.

Selain itu, berpuasa juga dilakukan oleh para rasul. Rasul Paulus juga pernah mempraktekkan disiplin berpuasa secara teratur. II Korintus 11:27, Paulus menyinggung bahwa puasa harus bersamaan dengan jerih payah dan bekerja berat, berjaga-jaga, kelaparan dan kehausan. Doa dan puasa juga merupakan penggerak penginjilan Paulus, rencana misi penginjilan. Paulus melakukan doa dan puasa bersama para pemimpin untuk menguatkan pergumulan dalam doa di Antiokhia. Dengan demikian kehidupan berpuasa merupakan sesuatu yang tidak asing pada zaman para rasul dalam kekristenan.

Dalam Sejarah

    Sejarah juga mencatat terdapat beberapa tokoh juga melakukan disiplin berpuasa. Diantaranya Jonatan Edwards yang berpuasa selama 22 jam sebelum menyampaikan khotbahnya yang terkenal pada tahun 1859. Kemudian, ada juga tokoh-tokoh lainnya juga menerapkan disiplin berpuasa diantaranya, Martin Luther, Yohanes Calvin, John Knox, John Wesley, Jonathan Edwards, David Braineds, Charles Finney, dan Pendeta Hsi dari Cina. Sehingga tokoh-tokoh sejarawan juga dapat menerapkan disiplin berpuasa dalam kehidupannya.

Tujuan Berpuasa

    Disiplin berpuasa tentunya dilakukan dengan tujuan yang berbeda. Namun, harus disadari bahwa tujuan utama seseorang berpuasa adalah “mencari hadirat Tuhan, merendahkan diri dan memohon ampun serta pemulihan dari Tuhan.” Sehingga hal itu merupakan puasa yang benar yang selalu berpusat kepada Tuhan. Dengan kata lain, tujuan utama berpuasa adalah merendahkan diri bukan hanya karena menginginkan sesuatu dari Tuhan, melainkan berpusat pada Tuhan sendiri. Menurut Richard dalam bukunya mengatakan “kadang-kadang kita begitu menekankan berbagai berkat dan keuntungan dari berpuasa sehingga kita cenderung mempercayai bahwa dengan berpuasa sedikit saja dunia ini bahkan Allah akan menuruti kemauan kita.”
    Kemudian tujuan berpuasa adalah untuk memperlemah kekuatan daging seseorang. Kekuatan daging ialah mengendalikan keinginan-keinginan yang telah menjadi kelemahan diri seseorang. Selain itu, mengendalikan apa yang dimakan yang merujuk pada seseorang yang mengendalikan hidupnya demi maksud Allah. Seseorang dapat berusaha menahan lapar dan haus serta dapat mengetahui apa kehendak Allah di dalam hidupnya. Selain mengendalikan diri melalui makanan dan minuman, berpuasa mampu membantu seseorang memuncullkan emosi-emosi yang selama ini disembunyikan. Dengan berpuasa, seseorang seseorang dapat mengalami pemulihan dan transformasi dari emosi-emosi seseorang yang tersedia melalui Kristus.

Relevansi Puasa Masa Kini

    Sama halnya seperti dahulu, puasa pada masa kini merupakan hal yang sangat penting. Namun, yang menjadi permasalahannya akhir-akhir ini disiplin berpuasa seakan tidak lagi terlalu dihiraukan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut Richard J Foster dalam bukunya:
    “Hal berpuasa sudah mendapat nama buruk karena kebiasaan-kebiasaan yang berlebihan dari para pertapa pada Abad pertengahan. Dan juga propaganda yang sekarang ini terus menerus di sodorkan telah meyakinkan kita bahwa jika kita tidak makan sampai kenyang tiga kali sehari, dengan beberapa kali makanan ringan sebagai selingan, kita akan berada di ambang mati kelaparan.”
    Sehingga tidak bisa kita pungkiri secara pasti bahwa ada banyak sekali pemikiran-pemikiran yang berpendapat demikian. Pemikiran-pemikiran seperti inilah merupakan sebuah pemikiran yang salah dan harus diubahkan.
    Meskipun puasa dalam Alkitab tidak ada menyatakan kegiatan melakukan sesuatu hal yang wajib, namun puasa merupakan suatu disiplin yang mengharapkan agar seluruh umat Kristen dapat menerapkan puasa di dalam kehidupannya. Mengapa demikian? Karena berpuasa bisa menjadi salah satu pribadi melakukan cara untuk menguatkan secara rohani dan memberikan terobosan yang memungkinkan untuk terus menjalani kehidupan menuju kemenangan diri seseorang. Sehingga disiplin puasa tidak hanya diterapkan bagi orang-orang pilihan saja, melainkan orang-orang masa kristen masa kini dapat melakukan hal yang sama

Kesimpulan

    Berpuasa merupakan suatu kegiatan disiplin yang harus dilakukan orang percaya di dalam kehidupan kekristenan. Sebelum melakukan disiplin berpuasa, kita perlu menyadari apakah tujuan sebenar dari berpuasa itu. Pemaham yang benar mengenai disiplin berpuasa akan membantu orang percaya untuk membangun hubungan yang lebih erat di dalam Tuhan. Di dalam kekristenan, tidak ditetapkan secara khusus bagaimana harus berpuasa tidak seperti agama yang lainnya. Namun, yang terpenting adalah tujuan berpuasa itu sendiri haruslah timbul dari keinginan diri sendiri dengan berpusat kepada Allah.

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Bromiley, Geoffrey W. Theological Dictionary of The New Testament. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans, 1985.
Foster, Richard J. Tertib Rohani: Sudahkah anda Menapakinya?. Malang: Gandum Mas, 1996.
Kusuma, Surya. Okultisme: Antara Budaya vs Iman Kristen. Yogyakarta: ANDI, 2010.
Lee, Witness. Pelajaran-Hayat 2 Korintus. TK: Yasperin, 2020.
S, Markus. 546 Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Orang Kristen: Jawaban-jawaban Yang Akan Menguatkan. Yogyakarta: Andi, 2010.
Talan, Yesri. Pola Dasar Hidup Kristen; Kajian Teologis Terhadap Khotbah Yesus Di Bukit. Bengkulu: Permata Rafflesia, 2020.
Towns, Elmer L. Fasting For Spiritual Breakthrough: Mengalami Terobosan Rohani Lewat Berpuasa. Yogyakarta: ANDI, 2020.
Tuhumury, Petronella. Transformation Prayer Intercession Spiritual Warfere. Makassar: STT Jaffray, 2018.
Unarto, Erich. Seri Pelajaran Alkitab Praktis untuk Pribadi, Keluarga, dan Kelompok sel: Hidup Baru di dalam Kristus. Jakarta: Pustaka Sorgawi, 2007.

Jurnal

Sumiwi, Asih Rachmani Endang. “Pola Manajemen Penginjilan Paulus Menurut Kitab Kisah Para Rasul 9-28.” Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, No. 2 (2020).

DISIPLIN DOA


sumber Gambar: Internet.

DISIPLIN DOA

Oleh: Gusmernia 

Pendahuluan

    Doa salah satu kegiatan yang sering dilakukan orang-orang diberbagai agama di 
dunia. Terutama disiplin doa sangat penting dalam kehidupan orang Kristen. Doa bisa dikatakan bahwa sangat mengubah kehidupan orang dan cara utama Allah pakai untuk mengubah orang, jika setiap orang tidak bersedia diubah, orang tersebut akan meninggalkan doa sebagai ciri yang nyata dalam kehidupannya. Semakin dekat dengan hati Allah, semakin melihat kebutuhan dan menginginkan untuk menjadi seperti Kristus.

DISIPLIN DOA

    Doa merupakan sebuah aktivitas yang erat hubungannya dengan hati kekristenan; sehingga muncul semacam ungkapan, bahwa doa adalah nafas kehidupan orang percaya. Kegiatan doa bukanlah sebuah rutinitas ibadah belaka, melainkan pusat kehidupan itu sendiri. Seringkali umat Kristen mengabaikan kehidupan berdoa. Beberapa orang Kristen saat ini yang terlalu sibuk dengan kegiatan dan juga pekerjaan sehingga sering lupa dan tidak bergairah untuk bersekutu maupun doa pribadi.

    Terkadang orang berdoa hanya sebagai rutinitas sebagai orang Kristen saja, serta tidak menyadari akan penting berdoa sebagai wujud persekutuan dengan Tuhan. Dan orang-orang sering kali memberi pengertian dari sudut pandang bahwa berdoa hanya dilakukan ketika ada masalah, pergumulan dan lain-lain. Mendispilinkan diri berdoa merupakan ibadah terhadap Tuhan.Definisi Disiplin

    Secara pengertian umum disiplin adalah belajar turunan langsungnya yang berarti berlatih atau mengajar, oleh karena itu disiplin merupakan suatu cara dimana orang belajar ,diajar atau melatih dirinya sendiri. Sedangkan dalam sudut pandang dalam pendidikan disiplin merupakan “sebuah sikap wajib, harus dimiliki oleh setiap individu terutama komunitasi sekolah, dan disiplin menjadi penentu berhasilnya atau tidak visi dan misi yang ditentukan.”

    Menurut Imam Katolik Henri Nowen dalam kehidupan rohani, istilah ‘disiplin adalah suatu usaha menciptakan ruang yang di dalamnya Allah dapat bekerja, atau sesuatu yang tidak direncanakan atau diharapkan dapat terjadi.’ Disiplin merupakan aktivitas pikiran dan tubuh yang sengaja dilakukan untuk membuat pribadian dan kehidupan orang secara menyeluruh berada dalam selarasan. Tubuh dibentuk oleh berbagai tindakan dan juga oleh kasih karunia, kejalur baik dan buruk, peran disiplin rohani terdapat pada sifat dari manusia, disiplin-disiplin tersebut membentuk tubuh. Secara rohani Manfaat kedisplinan yaitu ‘membawa kepada pengenalan akan Yesus yang semakin dalam, kedua menolong untuk semakin merasakan pernyataan Tuhan dan membantu untuk semakin menikmati kasih Tuhan serta menolong dalam mengembangkan jiwa rohani pengikut Yesus.’

Definisi Doa

    Kata doa merupakan terjemahan dari kata Yunani Proseukhas dan bahasa yang lain kata doa ialah pray dan juga dapat diartikan sebagai penyembahan whorship, penyembahan dimaksud bukan sekedar mengucapkan kata-kata pujian kepada Allah, namun sikap hati yang memberi nilai yang tertinggi kepada sang pemilik hidup manusia.

    menurut Richard J. Foster dalam bukunya, “Doa adalah suatu subjek yang begitu luas dan terdiri atas beraneka tahap sehingga dengan mengetahui bahwa tidak mungkin orang Kristen membicarakan semua aspeknya dalam pasal, meskipun hanya sedikit.” Derek Princes juga mengatakan bahwa Doa adalah senjata rohani yaitu peperangan rohani yang paling ampuh yang diberikan Tuhan kepada orang kristen. ‘Doa peperangan mempunyai tujuan untuk menghancurkan pekerjaan kuasa kegelapan, orang Kristen harus senantiasa diperlengkapi dengan sejumlah jenis senjata.’

    Dalam Kitab Perjanjian Baru, berdoa kepada Allah adalah berdoa dengan ucapan syukur “janganlah kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu dengan ucapan syukur( Filipi 4:6),” di sini rasul Paulus berkata bahwa doa dan permohonan yang disampaikan kepada Allah harus disertai kata mengucap syukur.

    Marthin Luther menyebut doa adalah nafas hidup orang percaya. Dalam doa dapat menyampaikan dan kemuliaan pengakuan akan kuasa dan kemuliaan serta kekudusan Tuhan Allah, menyampaikan pergumulan dan juga pengampunan dosa kepada Tuhan Yesus, sebab orang pada hakekatnya sudah jatuh di dalam dosa. ‘Doa adalah napas Allah dalam manusia kembali dilahirnya.’ Menurut Hebert ‘ada sesuatu yang berasal dari Allah dan dengan doa dapat menyesuaikan nada hati kepada Allah dan dengan doa merupakan gairah Jiwa, sumber kekuatan dan vitalis.’ ‘Jiwa yang berdoa adalah seseorang yang terus berhubungan dengan Allah, sehingga ia mengartikan ‘doa adalah kesempatan yang tidak ada bandinganya dan melalui doa orang, benda, masalah dan keadaan bisa diubahkan karena doa mempunyai kekuatan yang tidak terhingga.’ ‘Doa mengubah diri Orang.’

    Marthin Luther mengatakan bahwa “doa adalah nafas hidup orang percaya.” Dalam doa dapat menyampaikan dan kemuliaan pengakuan akan kuasa dan kemuliaan serta kekudusan Tuhan Allah, menyampaikan pergumulan dan juga pengampunan dosa kepada Tuhan Yesus, sebab orang pada hakekatnya sudah jatuh didalam dosa.

    Dalam Perjanjian Baru menekankan bahwa doa membuat suatu perubahan bagi Allah dan dunia yakni mintalah, maka akan diberikan kepadamu; dan doa yang lahir dari Iman akan menyelamatkan orang sakit; doa yang benar, bila didoakan sangat besar kuasanya; sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong ; dan ketika kamu tidak memperoleh apa-apa, itu karena kamu tidak berdoa.

    Dalam kitab 1 Tesalonika 5:17-18 “Tetaplah berdoa.” ‘Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus bagi kamu,’ berdoa adalah suatu kebebasan yang Allah dalam Kristus berikan kepada jemaat. Sedangkan pengertian dalam Perjanjian Lama kata kerja hitpallel ‘berdoa’ selalu dengan subjek manusia dengan sasaran doa adalah Tuhan. Doa merupakan bagian menyerukan nama Tuhan (Kej 4:26;12:8) yakni nama Kudus yang disebut dalam doa dan permohonan. Dalam buku Teologi perjanjian Lama bahwa doa tidak satu arah dari manusia, melainkan lebih bersifat merespon firman dan tindakan Tuhan, sehingga doa merupakan dialog antara manusia dengan Tuhan yang di dalamnya masing-masing secara aktif terlibat.

Jenis- Jenis Doa

Doa penyembahan

    Dalam Alkitab ditemukan jenis doa yaitu pertama doa penyembahan yakni memuji dan memuliakan Allah bahkan disaat-saat orang mengalami kesukaran serta memuliakan Allah karena Dia layak untuk disembah dan dipuji. (Mzm 147:1 dan Ibr 13:15).

Doa ucapan syukur

    Doa ucapan syukur artinya di dalam doa ucapan syukur orang Kristen bersyukur kepada Allah karena apa yang dilakukan-Nya kepada orang-orang percaya. 1Tesalonika 5:18 mengatakan “mengucap syukurlah di dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Kekuatan ucapan syukur orang Kristen kepada Tuhan mengalami banyak terobosan.

Doa Syafaat

    Doa syafaat adalah berdoa untuk orang lain seperti berdoa bagi para pemimpin dan pejabat pemerintahan (1 Tim 2:2), musuh-musuh (Mat 5:44), sesama orang Kristen dan orang–orang yang tersesat (1 Y oh 5:16). ‘Doa syafaat dapat dilakukan seorang diri dan dapat dilakukan juga secara bersama-sama misalnya anggota keluarga, gereja-gereja seluruh negeri bahkan sedunia, bangsa dan negara dan sebagainya.’ Sebagai umat Kristen belajar dari kehidupan rasul Paulus yang berdoa bagi jemaat di Filipi walau pun kondisinya dalam penjara (Filipi 1:4).. Seorang pembawa doa syafaat itu akan bertindak sebagai perantara, seseorang yang mengambil tempat kedudukan orang lainnya atau untuk membela kepentingan orang lain seperti doa syafaat Abraham bagi Sodom dan Gomora ( Kej 18:20-23).

Doa Pengakuan

    Doa pengakuan, dan doa persekutuan. Pengakuan yakni mengaku dosa yang telah diperbuat serta menerima pengampunan untuk dosa (1 Yoh 1:9), sedangkan doa permintaan yakni meminta hal-hal dengan motif yang semata-mata mementingkan diri sendiri (Yak 4:2), Tuhan Yesus yang senantiasa menyertai orang Kristen melalui Roh Kudus yang diam di dalam orang, maka orang Kristen dapat mengalami persekutuan dengan Dia saat demi saat setiap hari.

Doa Permintaan

    Allah telah mengikat diri-Nya dengan perjanjian kepada Umatnya dengan janji-janji-Nya dimana Ia mengatakan bahwa Ia sanggup dan bersedia memenuhi segala kebutuhan umat-Nya (Mat 7:711). Efesus 6:18 mengatakan dalam segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tidak putus-putusnya segala orang kudus.

Doa Penyerahan Diri

    Lukas 22:42 mengatakan “ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambil cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukan kehendakKu melainkan kehendakMulah yang terjadi.” Penyerahan diri kepada Allah ketika manusia melepaskan dan menyerahkan kehendaknya kepada kehendak Allah. Dan bentuk doa ini sangat bertentangan dengan doa mantera dari kuasa kegelapan yang selalu memaksakan kehendak seseorang agar dipenuhi dan dilasanakan oleh allah yang mereka sembah.

Metode Berdoa

    Doa harus dilakukan dengan Iman. Iman adalah menerima apa yang Allah telah firmankan sebagai suatu dasar kebenaran dan bertindak sesuai dengan-Nya, doa iman adalah doa yang ekspresi iman yang besar dimana dalam Alkitab (Mrk 11:24), mengajarkan orang-orang untuk tetap percaya bahwa telah menerima apa yang didoakan. Jadi iman dalam berdoa yakni menerima kenyataan-kenyataan bahwa Allah ada, bagi Allah tidak ada yang mustahil dan Allah selalu menepati janji-janji-Nya dan doa harus dinaikkan oleh hati yang memberi maaf serta dilakukan dengan tekun dan rajin serta tidak bertele-tele.

    Bentuk doa bisa puji-pujian maupun ratapan. Beberapa cara doa yang diajarkan Yesus yaitu : pertama, Mengucap syukur dan menyembah Tuhan artinya menghabiskan waktu mengucap syukur kepada Tuhan (Mat 6:9). ‘Menurut Calvin aturan doa pertama adalah prinsip penghormatan atau takut akan Allah.’ Kedua kehendak Tuhan yang terjadi, (Mat 6:10). ‘Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga,artinya berdoa agar kehendak Tuhan yang jadi dalam hidup orang Kristen.’ ‘Berdoa sesuai dengan kehendak Allah berarti mengakui bahwa hanya kehendak-Nya saja yang baik dan benar.’ Dalam kitab 1Yohanes 5:14 mengatakan “dan inilah keberania percaya kita kepada-Nya yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”

    Ketika Yesus berbicara tentang bagaimana berdoa, Ia menguraikan tentang urutan permintaan dalam doa : pertama, Ia berbicara tentang nama, kerajaan-Mu, dan Kehendak-Mu, sesudah itu barulah berikan kami, ampuni kami dan lepaskan kami, dengan kata lain Yesus mengatakan bahwa pada waktu berdoa, harus memberikan prioritas bagi nama Allah, kerajaan Allah dan kehendak Allah.

    Rasul Paulus berbicara tentang dua cara berdoa yakni berdoa dengan akal budi adalah bentuk doa yang bercorak mental dan kedua, berdoa dalam Roh yakni berdoa secara spiritual, oleh sebab itu menurut rasul Paulus “apabila Aku berdoa dengan bahasa Roh, maka Rohkulah yang berdoa ” Roma 8:26-27 mengatakan demikianlah juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita sebab kita tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa ; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Menurut Heward dalam bukunya Alasan berdoa dalam Roh adalah ketika berdoa dalam Roh, Tuhan sendiri mengarahkan doa dan Ia memimpin orang tersebut untuk meminta kepada-Nya untuk apa yang diperlukan. Etika berdoa dalam PL terlihat adanya kedisplinan seperti yang dilakukan oleh Daniel. Orang Yahudi biasa berdoa tiga kali sehari (Dan 6:11) oleh karena itu, berdoa satu kali atau lebih dalam sehari dengan menghabiskan waktu sekitar satu jam adalah suatu hal yang wajar bagi orang Kristen.

    Orang bisa belajar dari kehidupan Samuel yang kebiasaannya berdoa ketika ia tidak tahu bagaimana ia harus bertindak, maka Samuel berdoa. Itu Berarti dalam berdoa wajib disertai kedisplinan dan berdoa syafaat serta merendahkan diri dihadapan Allah. Sedangkan menurut Leonard dalam buku nya metode berdoa yang dilaksanakan dengan baik yaitu : menciptakan lingkungan sekitar yang mendukung, pilihlah waktu tertentu 10 atau 15 menit, 30 atau 1 jam ketika anda biasanya tidak diganggung dan kedua memohon Roh Kudus untuk menolong agar terbuka pada terang dan kehangatan kasih-Nya.

Kuasa Doa

    Paulus mengatakan bahwa kehidupan doa yang kaya, menggairahkan, dan tekun adalah kehidupan baik yang membuat orang mampu menerima segala kebaikan yang tepat dan bermanfaat serta tidak melihat doa sebagai sekedar untuk memperoleh sesuatu dari Allah melainkan cara untuk memperoleh Allah sendiri.

    Dalam kitab Yak5:16, memberi penjelasan tentang kuasa doa yakni doa menarik kuasa dan kedaulatan Bapa turun untuk mengubah segala sesuatu, sehingga kebangunan rohani dan tuaian besar terjadi. Kedua membuat otoritas kerajaan Allah turun dan menyatakan kemenangan, membuat mujizat terjadi dan ada terang yang mengalahkan kegelapan dan ketiga doa membuat karunia lima lawatan dipulihkan dalam gereja-Nya untuk mempersiapkan jalan menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dan terakhir Bapa mengarahkan hidup orang Kristen dan menentukkan jalan-jalan hidup pelayanan lewat doa. Keagungan doa adalah perluasan keagungan dan kemuliaan Allah dalam hidup orang percaya. Dengan doa hidup menjadi kelembutan, damai, sukacita, kasih dan berkat.

Kesimpulan

    Disiplin Doa sangatlah penting bagi umat Kristen. Belajar mendisiplinkan berdoa dimula dari hati yang rindu. Berdoa secara rutin itu harus dimulai bagaimana ia membagi waktunya untuk berdoa. Dengan berdoa orang-orang bisa membangun relasi dengan Tuhan dan mengenal Tuhan. Doa bukan hanya sekedar meminta apa yang perlu di butuhkan melainkan melalui doa orang memuji dan menyembah Tuhan. Kebiasaan berdoa akan menolong orang untuk mengalami lawatan Tuhan baik secara Pribadi dan juga orang-orang disekelilingnya. Dan ketika berdoa kuasa doa sangat nyata dan sanggup mengubah keadaan atau kehidupan orang Kristen. Untuk itu janganlah berhenti berdoa. 2 Tesalonika 5:17 mengatakan “Tetaplah berdoa.

”DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

Abineno. Doa Menurut Kesaksian Perjanjian Baru. Jakarta: Gunung, Mulia, 2004.
Aritonang, Hendra. Konsep Ciptaan Baru. Malang: Cv.multimedia ,2021.
Ayres, Francis O. Pembinaan Warga Gereja. Malang: Gandum Mas, 2016
Craig, James D. Pelajaran Hidup Baru. Malang: Gandum Mas, 1982.
Dakhi, Agustin. Sukses Meningkatkan Disiplin.Yogyakarta: cv budi Utama, 2020.
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini jilid I. S.V “Doa”. oleh Douglas.
Green, Dennis. Pengenalan Perjanjia Lama. Malang: Gandum Mas, 2012.
Foley, Leonard. Spiritualitas Fransiskan Untuk Kaum Awam. Jakarta: Sekafi, 2007.
Foster, Richard J. Tertip Rohani. Malang: Gandum Mas, 1996.
Godowijoyo, Sekolah Doa.Yogyakarta: Andi, 2015.
Hagin, Kenneth E. Orang Kristen Sebagai Pembawa Doa Syafaat. Jakarta: Yayasan Pekabara Injil 1994.
Jones, Anthony H. Allah Menyapa Anda. Jakarta: Gunung Mulia, 2009.
Karman,Yonky. Teologi Perjanjian Lama. Jakarta: Gunung Mulia, 2013.
Keller, Timothy Pray. Diterjemahkan oleh Paksi Ekanto Putra. Surabaya: Tenggilis Mejoyo, 2017.
Mils, Dag Heward. Cara Berdoa.TK: Parchment House, 2015.
Williams, Morris. Doa Dan Ibadah. Malang: Gandum Mas, 1981.
Omposunggu, Harison J. Renungan Doa. Jakarta: Andi, 2021.
Sabdono, Erastus. Memperlakukan Allah Dengan Benar. Jakarta: Rehobot Printing, 2018.
Schlink, Basilea. Tetab Berhubungan Dengan Tuhan. Malang: Gandum Mas, 2003.
Sosipater, Karel. Etika perjanjian Baru. Jakarta: Suara harapan Bangsa,2010.
Umma, Yusuf. Melangkah Menggapai Sukses.Yogyakarta: IKAPI, 2020.
Unarto, Erich. Hidup Baru Didalam Kristen. Jakarta: Pustaka sorgawi, 2007.
Willard, Dallas. The Spirit Of The Diciplines.diterjemahkan oleh Tim Literatur Perkantas Jatim Surabaya: Tenggilis Mejoyo, 2019.
Yancey, Philip. Doa. Jakarta: Gunung Mulia, 2015.

Sumber Internet.

Verayanti, Hubungan Pemahaman Tentang Pengajaran Doa Dengan Implementasi Kehidupan Doa Pribadi Jemaat. jurnal on-line.diambil dari file:///C:/Users/dell/Downloads/75-218-1-PB.pdf diakses pada 26 September 2021.

DISIPLIN BELAJAR DALAM PERSPEKTIF KRISTEN


DISIPLIN BELAJAR DALAM PERSPEKTIF KRISTEN

OLEH: CHRISTIANA LIM

    Saat ini disiplin belajar tidaklah dianggap sebagai salah satu yang terpenting dalam proses kehidupan, banyak orang tidak memperdulikan sehingga apa yang terjadi didalam hidupnya menyalahkan keadaan, padahal salah satu faktor yang menyebabkan seseorang tidak dapat berkembang ialah tidak adanya keinginan untuk belajar sehingga tidak menghasilkan perubahan. Yang menjadi kendala mengapa masyarakat yang ada di Indonesia sulit berkembang adalah disiplin belajar, tidak adanya kesadaran bahwa disiplin belajar merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan proses kehidupan.

DISIPLIN BELAJAR DALAM PERSPEKTIF KRISTEN


    Disiplin belajar salah satu disiplin yang sangat penting, melalui belajar seseorang dapat mengalami perubahan dalam dirinya. Dengan adanya disiplin belajar dapat membuat pelajar mendapat perubahan yaitu dalam kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik menjadi baik, ada perubahan disaat melakukan disiplin belajar. Banyak orang tidak terlalu mementingkan disiplin dalam belajar, itulah yang mengakibatkan seseorang tidak dapat maju dan berkembang jika sudah seperti itu malah mengalahkan keadaan padahal yang membuat seseorang terkadang tidak berhasil karena tidak adanya disiplin dalam dirinya.

    Itulah yang menyebabkan seseorang tidak dapat mencapai apa yang diinginkan atau yang ingin di capai karena kebanyakan orang tidak mau belajar tetapi ingin berhasil, sikap seperti inilah yang salah dari masyarakat yang ada di Indonesia hanya ingin berhasil tanpa harus melawati proses-proses yang ada .


Pengertian Disiplin Belajar

a. Definisi Disiplin

    Disiplin berasal dari Bahasa latin discere yang artinya belajar. Kata discere selanjutnya berkembanglah kata disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan, kata disiplin sendiri bertalian erat dengan makna taat. Imron mengatakan , “Disiplin adalah suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam keadaan tertib, teratur, dan semestinya, serta tidak ada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007), menyatakan bahwa disiplin adalah:

1. Tata tertib (di sekolah, di kantor, kemiliteran, dan sebagainya).

2. Ketaatan (kepatuhan) pada peraturan tata tertib.

3 Bidang studi yang memiliki objek dan sistem tertentu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah suatu tindakan seseorang yang dilakukan secara terus menerus atau dengan kata lain taat.

b. Definisi Belajar

    Arti belajar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. “Belajar adalah suatu proses perubahan didalam kepribadian manusia”. Disiplin Belajar itu adalah perubahan seseorang secara total dan merupakan wahana utama yang membawa kita untuk memikirkan semuanya itu (Fil. 4:8). Dalam Filipi 4:9 mengatakan bahwa “Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat dari padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu” menjelaskan bahwa kita sebagai umat Allah juga harus belajar. Paulus menulis,”aku telah belajar” mencukupkan diri dalam segala keadaan. Apa yang kita pelajari menentukan kebiasaan semacam apa yang terbentuk, itu sebabnya Paulus mendorong agar memusatkan pikiran pada hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, indah dan sedap didengar. Tugas pokok belajar adalah menyerap kenyataan dan suatu situasi tertentu, perjumpaan, buku dan sebagainya. Dari proses belajar inilah seseorang meneliti dan banyak mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahui.

c.Disiplin dalam Perspektif iman Kristen

    Disiplin dalam perspektif iman Kristen kebenaran Alkitabiah pada siswa. Manusia memiliki Roh Kudus dalam hatinya untuk memimpin hidupnya dalam kebenaran Allah. Allah Bapa senantiasa mendisiplinkan manusia ciptaan-Nya baik secara individual maupun kelompok dengan tujuan agar mereka hormat dan taat kepada-Nya. Pada Alkitab Perjanjian Lama tertulis cara Tuhan mendisiplinkan umat-Nya sama seperti ayah mendisiplinkan anaknya. Pada Ulangan 8:5 “Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya”. Pada ayat ini dituliskan bahwa Allah mengajar kita karena Allah mengasihi manusia. Cara Tuhan mengasihi yaitu dengan memberi pengajaran, memberi teguran, menyatakan nasihat..

    Disiplin belajar juga berkaitan erat dengan Hamba Tuhan baik yang sedang menempu pendidikan maupun yang telah melayani. Para hamba Tuhan (mahasiswa) tidak boleh puas dengan pelajaran yang didapat, ia tetap harus belajar menerapkan dan mengembangkannya dalam pelayanan nyata. Oleh sebab itu disiplin dalam belajar sangatlah penting dalam perspektif Iman kristen. Homrighausen dan Enklaar mengemukakan bahwa “sudah seharusnya tugas pendeta adalah sebagai pengajar jemaatnya”. Dapat dilihat bahwa jemaat juga perlu belajar sehingga dapat memahami Firman.

Langkah-langkah dalam Belajar

    Belajar memerlukan pengulangan, pengulangan ialah secara teratur menyalurkan pikiran ke arah yang tertentu, dan dengan demikian menanamkan kebiasaan berpikir. Pengulangan sangat diperlukan sebagai contoh dalam membaca Alkitab atau menyusun khotbah tentunya membutuhkan pengulangan agar dapat memahami bacaan tersebut.

Yang kedua belajar memerlukan konsentrasi. Konsentrasi merupakan tindakan kedua di dalam belajar, jika belajar hanya dilakukan berulang-ulang tanpa adanya konsentrasi maka pikiran akan melayang kemana-mana sehingga apa yang dipelajari tidak di mengerti.

Berikutnya adalah Pemahaman yang artinya adalah memperjelas makna dari apa yang telah di pelajari dan yang terakhir Pemikiran. Pemikiran adalah ketika seseorang telah menerapkan ketiga tindakan diatas maka dengan tindakan keempat seseorang dapat melihat perkara-perkara dari sudut pandang Allah. Dari keempat tindakan dalam belajar tersebut dapat dilihat bahwa dalam hal belajar menuntut kerendahan hati. Seseorang tidak akan belajar sebelum bersedia untuk tunduk kepada pokok persoalan yang sedang dipelajari.

Manfaat Belajar

    Roma12:2 mengatakan “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” dapat disimpulkan ketika belajar maka akan mengetahui apa yang baik dan tidak baik sehingga dapat melakukan kehendak Allah. Dalam Yohanes 8:32 mengatakan “ dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” . adanya perubahan dalam tingkah laku sehingga dapat mengganti kebiasaan-kebiasaan berpikir yang lama atau merusak dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang memberi hidup yang baru. Disiplin belajar memberikan manfaat dapat mendisiplinkan diri sehingga hidup menjadi teratur dan mengerjakan tugas tepat pada waktunya sehingga tidak akan mengalami kesulitan apabila menghadapi pelajaran atau tantangan-tantangan, disiplin menjadi prasyarat bagi pembentukan sikap, perilaku dan tata kehidupan. Seperti dikatakan dalam Alkitab 2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”. Dapat disimpulkan bahkan manfaat disiplin belajar dapat memberikan perubahan dalam diri seseorang agar dapat memperbaiki sikap-sikap yang tidak baik agar hidup lebih berkenan di hadapan Tuhan.

Tujuan Disiplin Belajar

    Tujuan berbagai Disiplin Rohani itu adalah perubahan seseorang secara total, maksudnya ialah mengganti kebiasaan-kebiasaan berpikir yang lama lagi merusak dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang memberi hidup. Tujuan ini paling jelas terlihat dalam disiplin belajar. Gaya hidup yang didasarkan pada Alkitabiah, menjadi pengikut Kristus mempengaruhi keseluruhan kehidupannya Artinya ketika adanya pertobatan yang terjadi merupakan awal dari belajar. Ketika seseorang telah berubah dari kehidupan yang buruk dan menjadi hidup yang baik dan melakukan kebenaran itulah salah satu tujuan dari belajar salah satu contohnya menghasilkan pertobatan.

MENGENAL SAUL


MENGENAL SAUL

Oleh: Zuni Berkat Zai

    Saya seorang anak laki-laki, nama saya Saul seorang muda yang elok, tidak ada seorang pun diantara orang Israel yang lebih elok selain saya, dari bahu keatas aku lebih tinggi dari pada setiap orang-orang yang ada di bangsa-Ku. Ada seorang Ayah-ku, nama-nya Kish. kehilangan keladai-keladai betinanya, sebab itu berkatalah bapak-ku sama saya. Anakku: ambilah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah menacari keladai-keladai itu. Lalu saya berjalan di pegunungan Efraim; dan kami berjalan melalui tanah Selisa, tetapi keledai-keladai yang hilang itu tidak ada, dan kami berjalan di tanah Banyamin, tetapi tidak menemuinya.

MENGENAL SAUL

    Ketika sampai kami di tanah Zuf, berkatalah Saya kepada bujang-ku yang bersama-sama dengan saya. Mari kita pulang, nanti bapak-Ku tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir mengenai kita. Tetapi ada orang yang berkata kepada Saya “Tunggu, di kota ini ada seorang abdi Allah, seorang yang terhormat; segala yang di katakannya pasti terjadi”. Marilah kita pergi kesana sekarang juga, mungkin dia memberitahukan kepada kita tentang perjalanan yang kita tempuh ini. Jawab, saya kepada bujang saya itu: tetapi kalau kita pergi, apa yang kita bawa kepada orang itu, apakah yang ada pada kita? Jawab bu bujang kepada saya “Masi ada pada ku seperempat syikal perak; itu dapat aku berikan kepada Abdi Allah itu, maka akan memeberitahukan kepada kita tentang perjalan kita.”

    Lalu berkatalah saya kepada Bujang-Ku itu. “Pikiranmu itu baik. Mari kita pergi.” Maka pergilah kami ke kota, ketempat abdi Allah itu. Ketika kami naik jalan pandakia ke kota itu, kami bertemu dengan gadis-gadis yang keluar hendak menimba air. Kami bertanya-tanya kepada gadis-gadis itu: pelihat ada disini? Jawab gadis itu kepada kami: “Ya, ada, baru saja ia mendahului kamu, cepat-cepat lah sekarang. Ia datang kekota hari ini, karena perjemua koraban untuk orang banyak di bukit pada hari ini. Apa bila kamu masuk ke kota, kamu akan segera unutk menjumpainya, sebelum ia naik kebukit unutk makan. Sebab orang banyak tidak akan makan, sebelum ia datang: karena ia datang; karena dia yang telah memberkati korban, kemudian berulah para undangan makan. Pergilah sekarang sebab kamu menjumpainya dengan segera.

    Lalu naik lah kami kekota, Samuel yang berjalan keluar untuk naik ke bukit, berpapasan dengan mereka. besok kira-kira waktu ini saya akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkaulah mengurapi dia menjadi raja atas umat Israel. Saya mendekati samul unutk menanyakan rumah Pelihat itu, lalu Samuel menjawab sama saya “aku lah pelihat itu”. Keladai-keladaimu yang telah hilang tiga hari lamanya sampai sekarang, jangan engkaulah kuatir, sebab telah di temukan. Tetapi siapa kah yang memiliki segala yang diingini orang Israel? Bukankah itu ada padamu dan pada seluruh kaum keluargamu? Tetapi saya menjawab bukankah aku seorang suku benyamin, suku yang terkecil di Israel, dan bukankah kaum ku yang paling hina dari segala kaum suku benyamin.

    Sesudah itu turunlah kami dari bukit kekota. Dan Samuel bercakap-cakap samaku di atas sotoh. Kami bangun pagi-pagi dan ketika fajar menyingsing, Samuel memanggil saya di atas sotoh itu, Samuel membangunkan aku untuk mengatarkan saya. Ketika kami turun sampai keujung kota. berkatalah Samuel kepada saya untuk menyampaikan kepada bujangku bersama pergi mendahului kami, lalu Samuel memberitahukan kepada kami firman Tuhan. Saya pulang kerumah Samuel kegibea, dan besama-sama dengan dia ikut pergi orang-orang gagah perkasa yang hatinya telah di gerakkan Allah. Tetapi orang-orang dursila berkata “Masakan orang ini dapat menyalamat kan kita.” Mereka mnghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya, tetapi ia pura-pura tuli.

    Ketika para utusan itu sampai di Gebea saya, menyampaikan hal ini kepada bangsa ini, menangislah bangsa itu dengan suara nyaring. Saya baru saja datang dari padang dengan berjalan di belakan lembunya. Ketika saya mendengarkan maka berkuasa Roh Allah atas dia. Siapa yang tidak mengikuti saya dan Samuel lembu-lembunnya akan di perlukan juga demikian. Saya memeriksa barisan mereka di Bezek, setelah saya periksa ada tiga ratus ribu orang Israel dan tiga puluh ribu orang Yehuda. Pada ke esokan hari saya membagi rakyat itu menjadi tiga pasukan tersebut. Seterusnya bangsa itu berkata mereka kepada Samuel “siapa yang telah berkata: Saya menjadi raja, tetapi saya berkata: hari ini tidak ada yang di bunuh satu orang pun, bahwa hari ini Tuhan telah mewujudkan keselamatan kepada Israel. Samuel berkata kepada bangsa itu: Marilah kita pergi ke Gilgal dn membaharui jabatan raj di sana. Lalu pergi bangsa itu saya seorang Raja menghadap tuhan di Gilgal, dan kami mempersembahkan korban keselamatan di hadapan Tuhan.

Ketika orang Israel terdesak pada waktu itu, Saya menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, kata-Ku: Terkutuklah orang yang memakan Sesutu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku. Sebab itu semua jangan ada yang ada yang makan seorang pun. Sehingga sampai mereka di sana madu maleleh, tidak ada seorang pun yang makan karena takut mereka du sumpah itu. Tetapi ada seorang putra saya yang bernama Yonatan tidak ia mendengar, ayah Yonatan ini adalah saya, saya telah menyuruh rakyat bersumpah. Ia mengulurkan Tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan unjungnya kedalam sarangan madu, kemudian ia mencedoknya kemulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi. Ada seorang dari rakyat berbicara begini. Saya telah menyuruh rakyat besumpah dengan bersungguh-sungguh. saya berkata, Terkutut orang yang memakan sesuatu pada hari ini sebab itu rakyat letih lesu.

Berkata putra-Ku yang bernama Yonatan: Ayahku mencelakankan negeri; dia menyuruh saya melihat bgaimana terang matanya setelah dia merasai sedikit dari madu itu. Setelah itu mereka memukul kalah orang Filistin, lalu di beritahukan kepada saya demikian: di suruh saya untuk melihat rakya berdosa terhadap Tuhan dengan memakanyadengan darahnya. Say berkata, katakan kepada mereka setiap orang yang membawa lembunya atau dombanya kepadaku; sembelihlah itu di sini maka bisa boleh mereka makannya. Sesudah itu saya mendirikan Mezbah bagi Tuhan; pertama sekali say mendirikan mezbah disitu. Lalu saya berkata; marilah kita pada mala mini mengejar orang Filistin dan menjarahi mereka sampai fajar menyingsing dan janganlah kita biarkan hidup seorang pun dari mereka. lalu saya bertanya kepada Allah, apakah di perbolehkan sama saya mengejar orang falistin itu? Saya keserahkan mereka dalam tangan Israel. Kata saya kepada Allah datanglah kemari, berusahalah mengetahui sebab dosa ini yang terjdi pada hari ini. Saya berkata begini kepada seluruh Israel, kalian berdiri di sebelah yang satu dan saya serta anak-anak Yonatan akan berdiri disebelah yang lain. lalu mereka jawab kepada saya; mereka berkata begini perbuatan apa yang kaupandang baik.

Lalu berkatalah saya; Ya, Tuhan, Allah Israel, mengapa engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika keselahanku itu atau keselahan Yonatan, ya Tuhan, Allah Israel tunjukkanlah kiranya Urim; jika keselhn itu pada ada umat-Mu Israel tujukkanlah Tumim. Lalu di dapati putra-Ku dan saya tetapi rakyat itu terlumput. Aku juga bertanaya Buanglah undi antara aku dan anak-ku Yonatan lalu di dapati putra-Ku Yonatan.

saya berkata kepada putra-ku Yonatan: saya beritahukan kepadamu apa yang kamu yang telah perbuat, lalu Yonatan memberitahukan kepadaku, katanya: Memang Yoanatan itu telah dia merasakan madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Katanya di bersedia mati. Tetapi Rakyat berkata kepada Saya, masa-kan Yonatan mati, dia telah mendapatkan kemenangan yang besar ini di Israel. Itu jauhlah demikian! Sebab pertolongan Allah juga di lakukan-nya hal itu pada hari ini. Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan sehingga ia tidak harus mati. Setalah itu saya pulang mengajar orang Filistin, dan orang filistin itu pun kembali ketempat kediamannya.

Setelah saya mendapatkan jabatan raja atas Israel, maka berperanglah ia kesegala penjuru melawan segalah musuhku; saya melawan Moab, bani Amon Edom, raja-raja negeri Zobadan orang filistin. Dan kemana pun ia pergi, ia selalu pergi, di manapun saya pergi selalu saya mendapatk kemmenangan. Saya melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, memukul kalah orang Amelek, dan melepaskan Israel dari tangn orang-orang yang merampasi mereka. anak saya yang Bernama Yunatan, Yiswi, Malkisua. Nama kedua anak-Ku perempuan : yang tertua yang bernama Merab, nama yang termuda mikhal. Istri saya yang bernama Ahinoam, anak Ahimaas, panglima tentara saya yang bernama Abner, anak Ner, paman saya. Kish bapak saya, dan Ner, ayah Abner, adalah anak-anak Abiel.

Seorang Samuel berkata dia kepada saya, Samuel diutus oleh Tuhan akan diutus untuk mengurapi Samuel menjadi raja, setelah itu dia telah mendengarkan firman Tuhan; beginilah firman Tuhan, aku membalas apa yang di lakukan orang Amelek kepad orang Israel, karena orang Amelek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari mesir. Mulai pergi mengalahkan orang Amelek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan jangan lah ada belaskasihan kepadanya. Bunuhlah semua nay laki-laki maupun perempuan, kenak-kenak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keladai. Saya memanggil semua rakyat kusuruh berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan bejalalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda. Setelah itu saya sampai kekota orang Amelek, di seluruhnya orang-orang menghadang di lembah.

Saya berkata kepada oaring keni; berangkatlah, menjauhlah, pergilah dari tengah-tengah orang Amelek, supaya jangan kuleyapkan kamu bersama-sama dengan mereka. bukankah kamu telah menujukkan persahabatanmu kepada semua orang Israel, keteika mereka pergi kemesir. Setelah itu menjauh orang keni dari tengah-tengah orang Amelek. Lalu saya memukul kalah orang orang Amelek mulai dari Hewila sampai ke Syur yang di sebelah timur mesir. Tetapi saya dan rakyat itu menyelamatka Agag dan kambi domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tanbun, pula anak domba dan segala yang berharga dan yang buruk, itulah yang di tumpas mereka. lalu datang firman Tuhan kepada Samuel, demiian; Tuhan menyesal karena saya sudah di jadikan raja, sebab ia telah berbalik dari pada Tuhan dan saya tidak melaksanakan firman Tuhan. Mulai dari sitiu sakit Samuel dan ia berseru-seru kepada Tuhan semalam-malaman. Lalu Samuel ini tadi pagi-pagi udah bangun unutk bertemu dengan saya, Samuel di beritahuakan begini, saya telah ke Karmel dan telah didirikannya baginya susuatu tanda peringatan, kemudia Samuel tadi ia balik mengambil jurusan ke gilgal. Kemudia Samuel dia menjumpai saya juga, saya berkata demiakian; diberkatikiranya engkau Tuhan, say sudah telah melaksanakan Firman Tuhan.

Berkata Samuel kepada saya demikian, kalau begitu apa bunyi domba, yang sampai di telingannya dan dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu. Lalu saya menjawab; semuanya itu di bawa dari pada orang Amelek, sebab rakyat menyalamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Allah-Mu tetapi selebihnya telah kami tumpas. Lalu Samuel berkata kepada Saya dengan demikian; Sudalah dia meberitahukan kepada saya yang di firmankan Tuhan kepada saya, sesudah itu lama kelamaan kemudian Samuel pergi kerama, tetapi saya pergi kerumahnya di Gibea saya. Sampai hari matinya Samuel tidak melihas saya lagi, tetapi Samuel berduka cita karena saya, dan Tuhan menyesal karena ia menjadikan saya raja atas Israel.

MENGENAL YUNUS


MENGENAL YUNUS

Oleh: Yosef Uruway

    Datanglah Firman Tuhan kepada saya demikian Bangunlah saya Untuk pergi ke Niniwe, kota yang besar itu,berseruhlah terhadap mereka,karena kejahatannya telah sampai kepada-ku. Tetapi saya bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, yang sangat jauh dari hadapan Tuhan;dan akhirnya saya pergi ke Yafo dan mendapat di disana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis.Saya membayar biaya perjalannya,lalu naik kapal, itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke kota Tarsis,yang sangat jauh dari Hadapan Tuhan.bagi saya sendiri sudah merasa saya sudah lolos dari Hadapan Tuhan,dalam perjalanan di tengah-tengah lautan ,dan Akhirnya Tuhan menurungkan angina ribut kelaut, lalu terjadinya badai besar sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur dan,akhirnya awak-awak kapal menjadi takut masing –masing berteriak-teriak kepada Allahnya,dan akhirnya mereka membuang kedalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya,tetapi saya telah turun kedalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring disitu,dan saya tidur dengan begitu Nyenyak sekali, tiba-tiba datanglah Nakhoda kapal mendapatkannya saya yang sedang tidur Nyenyak dan berkata kepada saya bagaimana kamu tidur disini sangat Nyenyak?bangunlah,berseruhlah kepada Allahmu,barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa,”Lalu berkatalah mereka satu sama lain;” marilah membuangan undi dan tiba-tiba saya kena undi tersebut. 

MENGENAL YUNUS

    Dan lalu berkatalah mereka terhadap saya,.baritahukan kepada kami,karena siapakah kamu telah berbuat dosa sampai kita bisa ditimpakan malapetaka ini apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang,apa asal kotamu dan dari suku manakah engkau?; dan sahut saya kepada mereka,aku seorang Ibrani;aku takut akan Tuhan,Allah yang mempunyai langit yang telah dijadikan lautan dan daratan,.” Akhirnya mereka itu menjadi sangat takut,lalu berkata mereka kepada saya.Apa yang telah kamu perbuat?” – Sebab mereka itu mengetahui,bahwa saya melarikan diri jauh dari hadapan Tuhan dan hal itu diberitahukannya kepada mereka dan mereka bertanya kepada mereka sendiri untuk mau apakan saya supaya lautan menjadi redah dan tidak menyerang mereka lagi ,sebab laut itu semakin bergelora.”dan jawablah saya pada mereka,angkatlah saya,dan campaklah saya kelaut,maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi,sebab saya tahu,bahwa karena sayalah badai besar ini menyerang kalian.lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat-sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat ,tetapi mereka tidak sanggup sebab laut semakin bergelora saya berkata mereka,. Angkatlah saya campahkan aku kedalam laut,maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kalian lagi. sebab aku tahu,bahwa Karena akulah badai besar ini menyerang kalian. Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali kedarat,tetapi mereka tidak sanggup.sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.lalu berserulah mereka kepada Tuhan,katanya Tuhan :” Ya Tuhan,Janganlah kiranya engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah,sebab Engkau Tuhan,telah berbuat seperti yang kauhendaki.” Kemudian mereka mengangkat saya,lalu mencampakkannya ke dalam laut,dan laut berhenti mengamuk.Orang–orang itu menjadi sangat takut kepada Tuhan,lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi Tuhan serta mengikrarkan nazar.Maka atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar yang menelan saya;dan saya tinggal di dalam perut ikan itu selama tiga hari tiga malam lamanya.

Lalu berdoalah saya kepada Tuhan Allahnya,dari dalam perut ikan itu,”dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan dan ia menjawab saya.dari tengah-tengah dunia orang mati saya berteriak,dan kaudengarkan suaraku.telah kaulemparkan saya ketempat yang dalam ke pusat lautan lalu saya terangkum oleh arus air;segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi saya. Dan saya berkata;telah terusir saya dari hadapan mata-mu mungkin saya memandang lagi bait-mu yang kudus sagala air telah mengepung saya,mengancam nyawaku;samudra raya merangkum saya lumut lautan membelit kepala didasar gunung-gunung saya tenggelam kedasar bumi; pintungnya terpalang dibelakangku untuk selama-selamanya.ketika itulah engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur,ya TUHAN,Allahku.ketika jiwaku leti lesu di dalam saya,teringatlah saya kepada Tuhan,dan sampailah doaku kepada-mu kedalam bait-mu yang maha kudus.mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan,merekalah yang meninggalkan dia,yang mengasihi mereka dengan setia.tetapi saya,dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-mu apa yang kunazarkan akan kubayar.keselamatan adalah dari TUHAN!”lalu berfirman TUHAN kepada ikan itu,dan ikan itu pun memuntahkan saya kedarat.

Pertobatan Niniwe

Datanglah firman Tuhan kepada saya untuk kedua kalinya,demikian:Bangunlah,dan pergi ke Niniwe,kota yang besar itu,dan sampaikanlah kepadanya seruan yang kufirmankan kepadamu.”Bersiaplah saya, lalu pergi ke Niniwe,sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya,tiga hari perjalanan luasnya.mulai saya masuk kedalam kota itu sehari perjalananya jauhnya,lalu berseru:”Empat puluh hari lagi,maka Niniwe akan ditunggangbalikan.” Orang Niniwe Percaya kepada Allah,lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka,baik orang dewasa maupun anak-anak,mengenakan kain kabung,setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe ,turunlah ia dari singgasananya kain kabung,lalu duduklah ia di abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian:”manusia dan ternak,lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa,tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.Haruslah semuanya,manusia dan ternak,berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkat lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.siapa tahu,mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta haruslah masing-masing baerbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasaan yang dilakukannya.

Siapa tahu,mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu,sehingga kita tidak binasa.ketika Allah melihat perbuatan mereka itu,yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkat lakunya yang jahat,maka menyesalllah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-nya terhadap mereka,dan ias pun tidak jadi melakukan.

MENGENAL ABRAHAM


MENGENAL ABRAHAM

   Oleh: Oktavina Ruhullessin

    Nama saya adalah Abram, waktu saya dipanggil oleh Tuhan untuk keluar meninggalkan tanah kelahiranku yaitu Ur-Kasdim Mesapotamia saya harus meninggalkan ayah beserta sanak saudaraku. Tuhan akan menunjukan kepadaku tanah yang akan Tuhan berikan. Tuhan kemudian berjanji kepadaku bahwa saya akan dijadikan menjadi bangsa yang besar dan Tuhan akan memberkati aku serta membuat namaku masyhur dan saya akan menjadi berkat. Orang-orang akan diberkati ketika mereka memberkati saya, tetapi kalau ada orang-orang yang mengutuk aku mereka akan dikutuk. Dan oleh dirikulah segala kaum dimuka bumi mendapatkan berkat.

MENGENAL ABRAHAM

    Setelah itu saya kemudian meninggalkan tempat kelahiranku. Keponakanku Lot memiliki untuk mengikuti aku dalam perjalanan meninggalkan tempat kelahiranku. Saat aku keluar meninggalkan Ur-Kasdim umurku tujuh puluh lima tahun. Aku membawa istriku Sarai serta keponakanku yang mau untuk bersamaku yaitu Lot dan segala harta benda beserta dengan orang-orang yang aku peroleh waktu di Haran. Kemudian kami semua berangkat ke tanah Kanaan. Saya berjalan melalui negri itu sampai ke Sikhem yaitu pohon terbantin di More. Waktu saya sampai di situ orang Kanaan tinggal di negri itu.

Saat saya tinggal di negri itu Tuhan menampakkan diri kepadaku dan berfirman: “ Aku akan memberikan negeri kepada keturunanmu.” Saya kemudian mendirikan mezbah bagi Tuhan yang telah menampakkan diri kepadaku. Kemudian saya berpindah tempat lagi ke pengunungan di sebelah timur Betel dan mendirikan mezbah bagi Tuhan. Dan memanggil nama Tuhan. Sesudah itu saya berangkat lagi meninggalkan tempat itu kemudian berjalanlah saya ke Tanah Negeb. Saat berada di Tanah Negeb timbullah kelaparan yang sangat hebat melandaa negeri itu, saya memutuskan untuk meninggalkan negeri tersebut dan pergi ke Mesir dan tinggal sebagai orang asing di negeri itu.

Saat memasuki Mesir saya dilanda rasa ketakuatan yang cukup besar karena istri saya Sarai sangat cantik, saya kemudian berkata kepada Sarai “Memang aku tahu bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.” Apabila orang Mesir dirimu mereka akan berkata bahwa kamu adalah istriku, kemudian mereka akan membunuh saya dan membiarkan engkau hidup. Kemudian saya mengajak Sarai untuk berbohong dengan mengatakan Sarai adalah adik saya. Ketika pegawai-pegawai Firaun melihat Sarai istriku mereka kemudian memuji-mujinya di hadapan Firaun karena kecantikannya. Saya kemudian disambut baik oleh Firaun karena Sarai, saya diberikan kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta semuanya diberikan karena Firaun mengiginkan Sarai istriku menjadi istrinya.

Tetapi Firaun kemudian datang kepadaku dan berkata perbuatan apa yang engkau lakukan dan dia menanyakan kepada kenapa tidak saya beritahukan bahwa sarai adalah istri saya. Firaun pun memberikan Sarai kembali lagi kepada saya. Saat itu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan saya pergi bersama-sama dengan istriku dan segala harta benda yang saya punya.

Saya pun pergi ke Mesir dan kembali ke Tanah Negeb. Saya bersama Sarai dan juga Lot keponakanku. Saat itu saya sangat kaya dengan segala harta benda yang saya miliki yaitu ternak perak dan emas. Saya kemudian berjalan dari satu tempat persinggahan ke tempat persinggahan yang lain dari tanah Negeb sampai dekat Betel disitulah kemahku mula-mula berdiri antara Betel dan Ai. Ke tempat yang dahulu pernah saya buat dan disitulah saya memanggil nama Tuhan.

Tetapi kemudian terjadi sebuah masalah yang cukup besar antara para gembala Lot dan para gembalaku. Kemudian saya membuat sebuah keputusan untuk kami berdua agar tidak ada lagi keributan atau masalah yang ditimbulkan oleh para gembala kami. Karena saya dan Lot adalah saudara. Kemudian saya dan Lot memilih untuk berpisah, keponakanku memilih Lembah Yordan yang sangat banyak air seperti taman Tuhan, dan aku sendiri menetap di tanah Kanaan. Setelah kami berpisah Tuhan kemudian berfirman kepada saya “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kau lihat itu akan kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.” Kemudian Tuhan berkata lagi kepada saya bahwa keturunan saya akan sangat banyak seperti debu tanah banyaknya. kemudian saya memindahkan kemah saya dan menetapalah saya di dekat pohon-pohon terbantin di Mamre, dekat Herbon lalu saya mendirikan disitu mezbah bagi Tuhan.

Pada suatu saat ada seorang pelarian datang kepada saya bahwa ada peperangan yang menyebabkan keponakan saya Lot tertawan maka saya mengerahkan segala orang-orang yang telatih untuk maju berperang melawan orang-orang yang menahan Lot. Orang –orang terlatih yang lahir dalam rumahku dan saya mengarahkan mereka untuk berperang. Mereka kembali dari peperangan dengan membawa kemenagan serta membawa juga Lot keponakanku yang tertawan kembali padaku.

Setelah selesai berperang datanglah kepadaku raja dari negeri Salem namanya Melkisedek ia adalah imam Allah Yang Mahatinggi, ia kemudian memberkati aku. Saat selesai memberkati aku ia kemudian berkata kepadaku untuk memberikan orang-orang yang terlatih dan mahir dalam berperang kepadanya dengan menukarkan mereka dengan harta benda yang akan dia berikan, tetapi aku tidak akan mengambil apa-apa darinya selain yang dimakan oleh bujang-bujangku itu.

Kemudian Tuhan berfirman padaku lagi dalam suatu penglihatan kata Tuhan kepadaku “Janganlah kamu takut Aku adalah perisaimu upahmu akan sangat besar.” Saya kemudian berkata kepada Tuhan apa akan Tuhan berikan kepada sedangkan saya ini tidak mempunyai anak untuk meneruskan keturunanku. Hartaku akan jatuh kedalam tangan Eliezer orang Damsyik Tuhan. Saya kemudian berkata kepada Tuhan sekali lagi Engkau tidak memberikan aku keturunan kepadaku , sehingga nanti hambakulah yang akan menjadi ahli warisku nanti. Saat itu Tuhan berkata kepadaku hambamu tidak akan menjadi ahli warismu melainkan anakmu sendiri. Saat itu Tuhan membawa saya keluar kemudian berkata lihatlah dan hitunglah bintang-bintang dilangit jika kamu dapat menghitungnya. Tuhan kemudian berkata kepadaku nanti keturunanmu akan banyak seperti bintang-bintang di langit. Saat itu kemudian aku menjadi percaya kepada Tuhan.

Karena Sarai istriku tidak memiliki anak ia kemudian menyerahkan Hagar hambanya untuk menjadi istriku, supaya dapat melahirkan anak bagiku. Kemudian aku menghampiri Hagar hamba dari istriku maka Hagar pun mengandung. Terjadi masalah setelah Hagar mengandung Hagar memandang Sarai tidak berarti karena tidak bisa menghasilkan keturunan bagiku. Kemudian mengeluh Sarai kepadaku katanya penghinaan yang dideritanya adalah tanggung jawab saya. Saya kemudian mengatakan kepada Sarai, Hagar adalah hambamu perbuatlah apa yang kamu pandang baik untuk kamu lakukan. Hagar pun melahirkan seorang anak laki-laki bagiku dan saya memberikan sebuah nama bagi anak itu adalah Ismael. Saat anakku Ismael lahir aku saat itu berumur delapan puluh enam tahun.

Saat umur sembilan puluh sembilan tahun Tuhan menampakkan diri kepada saya dan berkata “Akulah Allah yang Mahakuasa, hiduplah dihadapanku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan Engkau dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” Kemudian saya pun sujud menyembah kepada Tuhan dan Tuhan berkata kepadaku dari pihak-Nya perjanjian-Nya adalah saya akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa, dan kemudian saat itu namaku Abram diganti menjadi Abraham karena saya ditetapkan untuk menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Sekarang saya dipanggil Abraham bukan Abram. Dan dari pihakku perjanjian yang Tuhan berikan kepadaku dan kepada keturunanku adalah setiap anak laki-laki yang berada diantaraku harus disunat dan anak yang berumur delapan hari harus dikerat kulit khatannya. Itu perjanjian yang harus saya pengang antara saya dan keturanan saya.

Istri saya juga diganti namanya dari Sarai menjadi Sara. Kemudian Tuhan berkata bahwa Tuhan akan memberkatinya dan dari Saralah aku akan diberikan seorang anak laki-laki, dan Tuhan akan memberkatinya sehingga Sara menjadi ibu bangsa-bangsa. Kemudian aku tertawa setelah mendengar hal yang diucapkan oleh Tuhan dan saya kemudian berkata dalam hati saya masih mungkinkah seorang yang berumur seratus tahun seperti saya dilahirkan seorang anak dan masih mungkinkan istri saya yang berumur sembilan puluh tahun melahirkanseorang anak. Kemudian saya kembali berkata kepada Tuhan sekiranya anakku Ismael diperkenankan hidup dihadapanMu, tetapi Tuhan berkata kepada saya tidak melainkan Sara istrikulah yang akan melahirkan anak laki-laki bagiku dan saya akan menamainya Ishak.

Mengenai Ismael Tuhan sudah mendengar permintaan saya Tuhan akan memberkati dan membuat Ismael beranak cucu sangat banyak dan akan mempernakkan dua belas raja dan akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Tetapi kata Tuhan kepada saya perjanjian-Nya akan diadakan dengan Ishak anakku yang dilahirkan oleh Sara istri saya. Setelah saya memanggil Ismael anakku dan semua orang yang lahir dirumah saya dan orang-orang yang saya beli dengan uang yakni setiap laki-laki pada hari itu juga mereka semua dikerat kulit khatannya sesuai dengan firman yang Tuhan perintahkan kepadaku.

Setelah itu Allah kembali menampakkan diri kepada saya dekat pohon terbantin di Mamre waktu saya duduk di pintu kemah saat matahari panas terik. Ketika saya menggangkat muka saya melihat tiga orang berdiri di depan saya. Sesudah saya melihat mereka saya kemudian berlari menyongsong mereka lalu saya bersujud sampai ke tanah, kemudian kataku kepada mereka bertiga ijinlah aku mendapatkan kasih dari tuan-tuanku jangan kiranya melampaui hambamu ini. Kemudian saya mempersilahkan tuan-tuan untuk masuk kemudian menyiapkan hidangan bagi mereka. Saat mereka sedang makan bertanya mereka kepada saya tentang Sara dimanakah Sara istrimu, jawabku kepada mereka di sana didalam kemah. Kemudian berkata mereka mereka akan kembali tahun depan dan ketika mereka kembali Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.

Ketika Sara mendengar hal itu Sara tidak percaya karena saya sudah tua dan istri saya telah mati haid bagaimana bisa memiliki anak, maka tertawalah Sara dalam hatinya. Lalu mereka berkata kepada Abraham kenapa Sara tertawa dan berkata bahwa bisakah aku memiliki anak sedangkan suamiku sudah tua. Tetapi sara kemudian menyangkal hal tersebut sebab ia takut, tetapi mereka berkata tidak memang engkau tertawa.

Tuhan kemudian berfirman kepada saya tentang Sodom dan Gemora tentang segala kejahatan yang mereka lakukan. Setelah saya mendengar hal tersebut dari Tuhan, kemudian saya bertanya kepada Tuhan apakah Engkau akan membinasakan orang benar diantara orang berdosa saya kemudian melakukan tawar-menawar dengan Tuhan mengenai jumlah orang benar dari lima puluh orang sampai dengan sepuluh orang. Kemudian saya berangkat lagi ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur saya tinggal di Gerar sebagai orang asing. Kemudian saya berkata kepada kepada Sara untuk mengatakan kepada orang-orang di Gerar bahwa Sara adalah adikku.

Tuhan menepati janjinya kepada saya untuk memberikan keturunan, kemudian sara mengandung lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi saya dalam masa tua saya dan saya menamai anak itu Ishak, pada saat umurnya baru delapan hari saya kemudian menyunatnya. Kemudian ketika Ishak dan Ismael anakku sedang bermain bersama Sara melihat hal itu kemudian berkata usir Hagar beserta anaknya karena anaknya tidak akan akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku. Hal ini sangat menyebalkan hati saya karena Ismael anakku. Kemudian aku mengusir Ismael anakku dan ibunya. Aku kemudian mengadakan perjanjian dengan Abimelekh. Tetapi ada kekesalanku terhadapnya tentang sebuah sumur yang dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh.

Kemudian saya diminta oleh Tuhan untuk mempersembahkan anakku Ishak sebagi korban bakaran, aku kemudian melakukan hal tersebut. Kami pergi ke sebuah gunung untuk bersembayang. Tetapi sampai disana waktu hendak mempersembahkan Ishak Tuhan berkata kepada jangan bunuh anakmu jangan kau apa-apakan dia. Kemudian Tuhan menyiapkan seekor domba telah jantan telah disiapkan Tuhan bagiku.

Ketika anakku Ishak telah tumbuh dewasa. Aku pun melakukan suatu hal yaitu mencarikan istri baginya. Aku mau yang menjadi istri anakku adalah seorang wanita yang berasal dari kampung halamanku, kemudian saya berkata kepada hamba yang paling tua yang menjadi kuasa atas segala kepunyaanku untuk mencarikan seorang istri dari negeri dimana saya berasal dari sanak saudaraku. Kemudian aku mengambil lagi seorang istri namanya Ketura dan istriku itu melahirkan anak-anak bagiku.

MENGENAL DANIEL

MENGENAL DANIEL

Oleh: Valentina Kela

    A
ku adalah Daniel ketika aku berada di suatu istana nama ku diubah dengan panggilan Beltazar dan aku memiliki seorang teman yang bernama Sadrakh, Mesakh dan Abednego, aku seorang Daniel yang tidak mau menajiskan diri dengan makanan yang dipersembahkan kepada berhala-berhala dalam bentuk apapun yang masih menyangkut dalam penyembahan berhala dan aku juga tidak mau menajiskan diriku dengan anggur Karena aku tidak menajiskan diriku kepada hal-hal tersebut Allah mengaruniakan aku kasih sayang dari pemimpin istana.

MENGENAL DANIEL

    KetIka aku berada dalam suatu istana raja adalah pegawai istana yang berkata kepada ku jikalau kamu tidak mau memakan makanan yang telah disediakan oleh raja maka raja akan bertanya kenapa kamu tidak bertumbuh seperti pria-pria yang lainnya kamu pasti dianggap tidak sehat oleh raja dan ketika aku dan teman-teman ku berada di dalam istana itu kami sedikit pun tidak menyentuh makanan-makanan yang enak bahkan kami meminta agar kami makan sayur saja .
    aku dan teman-teman ku memiliki karunia yang dari Tuhan yang telah Tuhan berikan kepada kami masing-masing aku Daniel memiliki karunia dapat meramal mimpi aku dan teman-teman ku ketika berada di istana juga bekerja kepada raja setiap setiap hal yang terjadi yang bersangkutan dengan hikmat raja selalu memanggil kami dan pada saat itu raja melihat bahwa aku Daniel memiliki kecerdasan sepuluh kali lipat dari pada semua orang-orang yang memiliki pengetahuan yang mnurut raja mereka lebih cerdas dari sebelum ia mengetahui kecerdasan yang dimiliki oleh aku.

    aku Daniel ketika pada tahun yang kedua pada masa pemerintahan raja bermimpi dan pada saat itu raja merasa bahwa mimpinya sangat aneh sehingga raja merasa takut dan cemas akan hal itu sehingga ia menyuruh setiap pegawainya mencari orang-orang pintar dia daerah tersebut tetapi tidak ada satu pun yang dapat mengartikan mimpi raja tersebut pada waktuitu aku dan teman-teman ku akan terancam akan terbunuh karena perintah raja bahwa setiap bangsa Babel akan dilenyapkan tetapi aku memiliki nyali yang berani sehingga aku berkata-kata kepada pegawai tersebut.

    Pada waktu itu aku pun menghadap raja dan aku meminta waktu kepada raja untuk menjelaskan arti mimpi tersebut ketika aku menjelaskan mimpi tersebut.pada saat ituaku juga tidak lupa meminta petunjuk kepada Tuhan untuk menunjukkan hikmat –Nya kepada ku ketika aku menyampaikan mimpi itu kepada raja lalu sujud lah raja itu kepadaku dan berkata bahwa Allah daniel adalah Allah yang berkuasa mengtasi segala persoalan.

    Pada saat itu raja memuliakan aku dan aku mendapat penghargaan dari raja dan aku Daniel menjadi penguasa atas seluruh daerah Babel pada saat itu atas permintaan ku raja menyerahkan wilayah Babel kepada teman-teman ku dan aku tinggal sendiri diistana .

    aku Daniel pada saat raja Nebukadnezar memerintah ia membuat patung untuk disembahnya pada saat itu seluruh masyarakat ikut sujud menyembah kepada patung-patung tersebut aku dan teman –teman yang lain tidak mau ikut dalam penyembahan tersebut karena aku dan teman-teman yang lain tidak mau ikut dalam penyembahan tersebut aku dan teman-teman ku dimasukan kepada perapiaan yang menyala-nyala aku Daniel sekalipun aku mati dalam bentuk cara apapun aku tidak akan menyembah Allah lain selain sujud kepada Allah kami sendiri ketika itu raja sangat marah sehingga kami dimasukan pada perapiaan yang menyala-nyala aku daniel ketika aku berkata demikian kepada raja maka raja semakin geram kepada ku ketika aku dan teman-teman ku dimasukan kepada api yang besar Allah menunjukkan pertolongannya kepada aku dan teman-teman yang lainnya .

    aku daniel aku memiliki sifat yang suka berdoa ketika aku mendapat pergumulan yang besar ketika aku berdoa sambil bersujud kepada Tuhan aku didapatkan sedang berdoa dan meminta pertolongan dari Tuhan aku juga dilemparkan kedalam gua singa ketika aku didalam gua singa raja berkata kalau Tuhan mu Allah yang besar maka Dia akan menolong mu Daniel pada saat itu aku Daniel tidak merasa takut dan ketika raja memanggil nama ku dan aku menjawab ya raja kekallah nama mu ketika itu daniel ditarik dari gua singa dan raja marah kepada orang-orang yang menuduh Daniel dan keluarga orang yang menuduh Daniel tersebut di masukan kedalam gua singa.

    aku Daniel memiliki kedudukan tertinggi pada saat pemerintahan Darius dari cerita pendek mengenai tokoh Daniel ini saya akan mengaplikasikan dengan kehidupan Keluarga saya saya terlahir dari keluarga kristen tetapi orang tua saya hidup dalam penyembahan pada saat itu saya masih kecil dan masih belum paham dengan apa yang kedua orang tua saya lakukan sehingga saya tidak menegur kedua orang tua saya tetapi saya sangat bersyukur kepada Tuhan meskipun saya masih kecil tapi saya mengerti kalau makanan yang sudah dipersembahkan kepada penyembaha berhala tidak boleh dimakan ketika saya kelas 2 smp saya mendapat suatu bisikan dari Roh kudus untuk menegur kedua orang tua saya pada saat itu orangtua saya mendengarkan apa yang saya bilang dan pada saat itu penyembahan-penyembahan dalam keluarga saya dihilangkan dan dibakar . dalam daerah saya masih kental penyembahan –penyembahan berhala bahkan ada yang menjadi dukun muda dalam suatu masyarakat ketika mereka mempersembahkan sesajian mereka memakan makanan tersebut secara bersama-sama mereka tidak merasa jijik dan mereka semakin mendekatkan diri mereka kepada penyembahan-penyembahan berhala

    aku Daniel memiliki intergritas sebagai Abdi Allah dan aku banyak disukai oleh masyarakat ketika aku memimpin aku juga memiliki iman yang berpegang teguh pada Allah pada saat aku berada dalam tekanan setiap raja dan orang-orang yang lebih berkuasa dari pada aku aku kuat karena aku hidup mengandalkan Tuhan aku juga memiliki komitmen yang teguh kepada Allah aku juga mengajarkan kepada orang-orang bahwa kita harus berinteraksi dengan setiap orang tanpa memandang status masyarakat yang ada disekitar kita .

aku ketika dalam kehidupan yang hidup dalam masyarakat yang hidup dalam penyembahan berhala juga mendapatkan tekanan-tekanan yang sangat berat meskipun aku hidup dalam lingkungan yang masih hidup dalam penyembahan berhala aku tidak mau mencemarkan diri ku dan membuat dosa dihadapan Tuhan ketika aku hidup tidak mengikuti kehidupan yang ada dilingkungan ku aku ditolong Tuhan setiap aku dalam bahaya Tuhan tidak pernah terlambat menolong ku. dari kehidupan Daniel kita dapat belajar kehidupan yang diinginkan Tuhan adalah kehidupan yang benar dan hidup sesuai dengan yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita kehidupan Daniel di berkati Tuhan dan karena Tuhan menolong dalam setiap keberhasilannya Tuhan selalu menyertai aku Daniel seorang muda dari Ibrani aku hidup benar dimata Tuhan aku memiliki teman yang takut akan Tuhan dan ketika kami hidup takut akan Tuhan kehidupan kami diberkati dan kepemimpinan kami membawa berkat bagi masyarakat disekitar .