ONE SIZE DOSNT FIT ALL

 ONE SIZE DOSNT FIT ALL

Gary L. Mcintosh.

Ringkasan Buku. 

BAB 1. SEBERAPA BESAR GEREJA ANDA?

 

Gereja yang memiliki kurang dari 200 orang jemaat memiliki orientasi Relasi.

Tetapi orientasi gereja berubah dari relasi kepada orientasi program Ketika gereja berkembang menjadi lebih dari 200 jemaat.

 

Ukuran gereja Kecil                        15-200 jemaat

Ukuran gereja menengah                201-400 jemaat

Ukuran gereja Besar                       >400 Jemaat

 

Tingkatan gereja Kecil

Gereja Kecil Sekali                         1-35 jemaat                  

Gereja Kecil menengah                  35-80 jemaat

Gereja Kecil                                    80-200 jemaat

 

Pengelompokkan gereja pada umumnya:

1.     Posisi teologis

2.     Warisan etnis

3.     Pertumbuhan dan Pengusutan

4.     Denominasi

5.     Gaya Penyembahan

6.     Usia Jemaat, dll

 

Supaya pemimpin gereja bekerja dengan efektif, mereka harus memahami bahwa ukuran gereja yang berbeda memiki kebutuhan yang berbeda.  Dibutuhkan strategi yang berbeda untuk ukuran gereja yang berbeda.

 

Enam implikasi dari nilai pengelompokkan gereja.

1.     Bagi Sebagian besar jemaat, ukuran gereja lebih penting daripada label denominasi dalam perencanaan misi dan pelayanan.

2.     Ketika seorang pendeta pindah dari satu gereja ke gereja lain, perubahan ukuran jemaat biasanya membtuhkan penyesuaain yang lebih tinggi daripada kebutuhan perubahan secara geografis.

3.     Seminar pelatihan atau lokakarya cenderung lebih produktif jika mengelompokkan peserta berdasarkan ukuran gereja dibandingkan kriteria lain.

4.     Usaha kerja sama antar jemaat lebih mudah diimplementasikan di antara gereja gereja dengan ukuran yang sama dibandingkan dengan gereja gereja ukuran berbeda dari afiliasi yang sama.

5.     Perubahan ukuran sering kali menyebabkan jemaat gereja merasa tidak aman, gelisah dan frustasi.

6.     Pemimpin jemaat yang inginbelajar dari pengalaman gereja lain biasanya lebih merasakan mamfaat dari gereja dengan jemaat yang berukuran sama, tanpa memperhatikan afiliasi, daripada membatasi diri dengan gereja-gereja yang berasal dari denominasi atau asosiasi yang sama.

 

 

Tiga tipe ukuran dasar  tubuh manusia (William Sheldon, 1940)

1.     Kurus

2.     Bulat

3.     Klasik

 

Apa orientasi gereja?

Bagaimana Struktur gereja?

Siapa Yang menetapkan arah?

Apa peran pendeta?

Bagaimana pengambilan keputusan dibuat?

Apa dampaknya terhadap staff gereja?

Bagaimana Perubahan terjadi?

Bagaimana gereja Bertumbuh?

Apa hambatan gereja untuk  bertumbuh?

Apa strategi untuk berttumbuh?

 

 

 

BAB II.  APa Orientasi Gereja Anda?

Keadaan Dalam Gereja.

Gereja Kecil

Gereja menengah

Gereja Besar

Mengenal semua Orang

Mengenal beberapa orang

Mengenal sedikit orang

Makan dalam acara keluarga

makan dalam acara program

makan dalam acara kelompok besar.

Keluarga Besar

Keluarga Bertumbuh

banyak keluarga

 

Di gereja kecil, prinsip pengelolaan gereja adalah orientasi relasi. Atau sering disebut orientasi kekeluargaan. Prinsip pengelolaan yang mendasar  dari gereja ukuran menengah adalah orientasi program.  Gereja ukuran menengah sesungguhnya lebih berfungsi sebagai kumpulan kelompok kelompok keluarga, kelas, lingkungan,  persekutuan, klub, atau organisasi. Sementara itu gereja besar memiliki prinsip pengelolaan mendasar  yaitu orientasi organisasi. Gereja kecil berfungsi sebagai keluarga besar yang Bahagia, gereja menengah  sebagai kumpulan dari sub kelompok, gereja besar sebagai sebuah organisasi.

 

Orientasi gereja/prinsip pengelolaan Mendasar

 

Gereja Kecil

Gereja menengah

Gereja Besar

Relasional

Programati

Organisasional

 

Program dan Visi adalah kebutuhan yang krusial di semua gereja, terutama gereja Besar dan menengah, tetapi di gereja kecil harus dilakukan dengan pendekatan relasional.        

                            






                                               transisi

 

 

 

 

 

 

Gereja kecil                  gereja menengah          gereja Besar


 


Semua gereja besar dulunya adalah gereja kecil dan berkembang dari kecil ke ukuran menengah dan kemudian menjadi besar. Jadi jelas bahwa pada presentasi tertentu gereja melewati fase transisi. Tetapi setelah beberapa tahun terjadinya pertumbuhan banyak gereja ukuran menengah harus mengambil keputusan untuk menyesuaikan pelayanan mereka menuju gereja besar. Jika tidak melakukan penyesuaian yang tepat, suatu waktu gereja menengah akan berhenti berkembang, atau tetap bertahan untuk sementara, atau menurun Kembali menjadi gereja kecil.

 

 

Orientasi gereja/prinsip pengelolaan Mendasar

 

Gereja Kecil

Relasional

Gereja menengah

Programati

Gereja Besar

Organisasional

Pada hari kerja seluruh anggota hadir

Pada hari kerja kelompok pria yang mengelola dan mendukung

Tenaga kontrak direkrut untuk melakukan pekerjaan.

Pesta natal untuk semua anggota gereja

Pesta natal untuk kelompok dan kelas

Disiapkan sejumlah pesta natal

Yang penting masa lalu

Yang penting masa kini

Yang penting masa depan.







 

Bab 3. Bagaimana struktur Gereja?

 

Tipologi Ukuran Gereja

 

Faktor

Gereja Kecil

Gereja menengah

Gereja Besar

Ukuran

15-200 jemaat

201-400 jemaat

>401 Jemaat

Orientasi

Relasional

Programatik

Organisasional

Struktur

Sel Tunggal

Sel Meregang

Banyak Sel

 

Tiga karakteristik Gereja Sel Tunggal

1.     Memiliki persekutuan tatap muka yang akrab

2.     Terdapat satu atau dua keluarga di gereja.

3.     Memiliki rasa keluarga besar yang penuh kasih.

                                                                        

 

Dalam gereja sel Tunggal, pendatang Baru akan sulit diterima kecuali memenuhi salah satu kriteria berikut:

1.     Lahir dari salah satu keluarga utama

2.     Menikah dengan salah satu anggota keluarga utam

3.     Memiliki kepribadian yang ramah, suka berteman

4.     Memiliki nilai yang dibutuhkan gereja, seperti bakat, karunia rohani, uang atau wibawa.

5.     Mengalami krisis Bersama (senasib) dengan keluarga utama.

 

Karakteristik Gereja banyak Sel.

1.     Terlalu banyak orang untuk dapat mengenal satu dengan yang lain.

2.     Ada banyak kelompok, kelas dan sel yangdapat dipilih. Gereja adalah jemaat dalam jemaat.

3.     Kepemimpinan gereja adalah perwakilan dari beberapa kelompok, sel, dan kelas.

 

Pembentukan kepemimpinan adalah factor kunci yang menunjukkan perbedaan antara gereja sel tunggal dan gereja banyak sel.

 

Karakteristik Gereja Sel Yang meregang:

1.     Gereja berukuran menengah

2.     Program dan pelayanan baru efektif untuk membawa orang baru ke gereja

3.     Pemimpin gereja diambil hampir seluruhnya dari keluarga yang pertama di gereja.

 

Gereja yang meregang seperti Karet Gelang

 

 

 BAB 4, Siapa Menentukan Arah?

 

 

Tipologi Ukuran Gereja

 

Faktor

Gereja Kecil

Gereja menengah

Gereja Besar

Ukuran

15-200 jemaat

201-400 jemaat

>401 Jemaat

Orientasi

Relasional

Programatik

Organisasional

Struktur

Sel Tunggal

Sel Meregang

Banyak Sel

Kepemimpinan

Keluarga Utama

Komite

Pemimpin Yang Terpilih

 

 

Kepemimpinan yang efektif dibentuk oleh empat komponen: posisi, otoritas, pengaruh, dan Kontrol.

 

Gereja dari ukuran Manapun dapat bertumbuh, asal para pemimpinnya harus memimpin.

Comments

Popular posts from this blog

Teologi Kitab 1 dan 2 Raja raja

Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa

RUMAH BAPA