KEMAHAKUASAAN ALLAH DALAM PENCIPTAAN (Kejadian 1:1).



KEMAHAKUASAAN ALLAH DALAM PENCIPTAAN

Oleh: Christiana Lim

Pendahuluan

    Alam semesta, manusia dan segala jenis binatang yang ada dibumi adalah ciptaan Allah. Hal ini membuktikan Kemahakuasaan Allah dan kedaulatan-Nya sehingga Ia dapat menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Manusia merupakan salah satu ciptaan-Nya sehingga manusia juga bergantung pada ciptaan-ciptaan Allah yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa Allah adalah pribadi yang berkuasa. Makhluk-makhluk ciptaanNya saling bergantung satu dengan yang lain. Dalam kitab Kejadian telah ditulis tentang penciptaan Allah akan alam semesta dan segala isinya hal ini sangat menakjubkan karena dalam kejadian 1 dikatakan bahwa ketika Tuhan berfirman maka apa yang Ia katakan terbuat.

    Salah satu atribut Allah adalah kemahakuasaan. Allah adalah Allah yang memiliki kuasa yang tak terbatas, sehingga apapun yang tidak mungkin bagi manusia untuk dilakukan dapat dilakukan oleh Allah membuktikan Allah berkuasa. Tidak hanya itu Allah juga memiliki banyak sifat. Ada beberapa diantaranya ialah: kedaulatan Allah, Kekudusan Allah, Kemahadiran Allah dan lain sebagainya. Kemahakuasaan Allah adalah hal yang menjelaskan tentang keagungan dan kehormatan yang tida dapat dibandingkan dengan apapun.

    Kemahakuasaan Allah dalam menciptakan semesta Ia tidak serta merta menciptakan dan meninggalnyakannya begitu saja, tetapi Ia adalah Allah yang bertanggung jawab atas semua ciptaan-Nya. Dengan memberikan tanggung jawab kepada manusia atas semua ciptaan-Nya karena Allah memberikan kuasaNya kepada manusia untuk memelihara semua ciptaan-Nya.

Definisi Kemahakuasaan dan Penciptaan

    Kata Yunani “Kuasa” adalah dynamis. Kata ini berarti “kekuatan yang kuat, potensi, atau kuasa yang melekat.” Dynamis adalah kemampuan untuk melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan itu merupakan kuasa Alla yang dinamis, eksplosif dan kemampuan supranatural-Nya.[1] Kemahakuasaan Allah adalah hal yang menjelaskan tentang kemuliaan, keagungan, dan kehormatan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun.[2]

    Dalam KBBI arti kemahakuasaan diambil dari kata dasar yaitu kuasa yang berarti kemampuan atau kesanggupan (untuk berbuat sesuatu); kekuatan; wewenang atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah, mewakili, mengurus, dan sebagainya). Tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat dilakukan oleh Allah, semua hal yang tidak mungkin bagi manusia dapat dibuat oleh Allah, itulah yang disebut kemahakuasaan Allah.[3] Tidak ada hal yang tidak diketahui oleh Allah. Dia adalah Allah yang mahatau, disamping itu tidak ada yang tidak dapat dibuat oleh Allah, itulah yang disebut kemahakuasaan-Nya.[4]

    Penciptaan menurut KBBI dari kata cipta yang memiliki arti kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru; angan-angan yang kreatif. Menciptakan yang artinya menjadikan sesuatu yang baru tidak dengan bahan. Penciptaan merupakan tindakan bebas Allah, melalui tindakan ini Allah pada mulanya menciptakan langit dan bumi.

Kemahakuasaan Allah dalam Penciptaan

    Berdasarkan pengertian diatas yang telah dijelaskan bahwa Kemahakuasaan Allah dalam penciptaan sangat luar biasa. Melalui tindakan-Nya Allah pada mulanya menciptakan segala sesuatu dari yang tidak nampak menjadi nampak.[5] Kekuasaan Allah tidak memiliki batas, karena Allah adalah Roh yang tak terbatas dan sempurna serta Allah pun berkuasa atas segala yang hidup.[6] Dalam Yesaya 40:28 mengatakan, “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kau dengar? Tuhan ialah Allah yang kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya”. Kemahakuasaan Nya yang tak terbatas itu sehingga Allah dapat melakukan apa saja yang ingin dibuatNya karena diriNya sendiri tidak terbatas. Kekuatan Allah yang kreatif dapat menciptakan langit dan bumi.[7] Kemahakuasaan Allah bersifat independensi, artinya Allah tidak bergantung pada manusia. Apapun yang ingin Allah lakukan dapat dilakukan-Nya.

    Identifikasi Allah sebagai sang pencipta dalam Kejadian 1:1, menunjuk kepada istilah umum untuk keAllahan yang merupakan sebutan Allah yang sejati. Kata yang digunakan adalah Elohim. Istilah Elohim memiliki makna majemuk berhubungan dengan ilahi , yaitu yang kuat, pemimpin yang perkasa , keallahan yang tertinggi.[8] Segala sesuatu yang telah dijadikan Allah, tanpa Allah maka tidak akan terjedi. Dalam Ibrani 11:3 mengatakan “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh Firman Allah”. Hal ini membuktikan kemakuasaan Allah hanya dalam berfirman maka terjadilah.[9]

    Dalam kejadian 1:1 dikatakan “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”, ayat ini jelas menekankan kemahakuasaan Allah karena dapat menciptakan. Allah memiliki kebebasan dan kuasa untuk melakukan apa saja dengan keAllah-anNya. Ia berkuasa atas alam semesta.[10] Kekuasaan Allah terlihat jelas ketika Allah menciptakan alam semesta, Allah hanya berfirman maka apa yang Ia katakan ada kuasa. Oleh karena itu tidak ada yang dapat menyamakan kekuatan Allah.[11]

Pandangan tradisi Gereja

    Gereja mengakui kemahakuasan Allah dapat dibuktikan pengakuan iman Rasuli yang berbunyi “ Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi”.[12] Pernyataan pengakuan ini merupakan iman dari gereja mula-mula Allah adalah Allah yang berkuasa yang dapat menciptakan alam semesta.[13] Dalam gereja mula-mula ternyata arti kata menciptakan memiliki arti yaitu membuat sesuatu tanpa apa-apa.

Relevansi Kemahakuasaan Allah bagi manusia

    Kekuasaan Allah memberikan dasar moral. Allah tidak hanya melakukan sesuatu untuk memberikan kesan baik kepada manusia.[14] Allah menciptakan Langit bumi dan segala isinya, semua yang telah Allah ciptakan memiliki kegunaannnya masing-masing sehingga pada akhirnya manusia diciptakanNya diakhir, artinya ialah Tuhan telah menyediakan semua yang dibutuhkan oleh manusia, Dia tidak membuat manusia menjadi susah sendiri.[15] Manusia adalah mahkluk special yang serupa dan segambar dengan Allah, oleh karena kemahakuasaan Allah manusia hanya menjalankan tugas yaitu memelihara yang telah Allah ciptakan dan manusia hanya menikmati dan mengelolanya saja.

Alam merupakan ciptaan Allah yang ada di langit dan di bumi seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang, dari Karya Allah ini sehingga manusia dapat menggunakan segala yang tersedia dialam guna kebutuhan yang merupakan ciptaan Allah. Kemakuasaan Allah dalam penciptaan sangat berdampak besar bagi manusia sehingga manusia dan karya ciptaanNya saling bergantung dan saling membutuhkan.

Kesimpulan

    Kemahakuasaan Allah dalam penciptaan terlihat jelas bahwa Allah berkuasa dibuktikan dari kisah penciptaan-Nya, Ia mampu menciptakan langit dan bumi dengan Firman yang keluar dari mulut Allah.Ia mampu membuat sesuatu tanpa bahan apapun hal ini membuktikan Kuasa Allah bahkan kemahkuasaan Allah sangat berdampak bagi ciptaan-ciptaanNya salah satunya ialah manusia. Allah adalah pribadi independensi yang tidak bergantung pada ciptaan-Nya tetapi ciptaan-Nyalah yang bergantung pada Allah. Manusia memiliki peran penting dalam Kemahakuasaan Allah yaitu memiliki tugas untuk merawat dan memelihara alam semesta dengan baik, sebagaimana Allah telah merawatnya.


DAFTAR PUSTAKA

https://www.kehidupanrohani.com/2022/06/keadilan-allah-ayub-421-30.html
C, Thiessen Henry, Teologi Sistematika.Malang : Gandum Mas. 2000.

Charitoun,Erward Sarmawando Gawa. Apologetika Kristen tentang Kemahakuasaan Allah serta Misi Apologetika Kristen. institut Agama Kristen Negeri toraja.

Evans, Anthony T. ”Teologi Allah, Allah Kita Maha Agung” Jawa Timur: Malang Gandum Mas, 1999.

Evas, Tony. Teologi Allah, Malang: Gandum Mas 1999.

J, Erickson Millard. Teologi Kristen, Malang :Gandum Mas, 2004.

Johnson, Djonly Relly Rosang, “Studi Kritik Teori Penciptaan Dalam Kejadian 1:1-2” HUPĒRETĒS 1.1 (2019): 62–78.

Maldonado, Guillerom. Kuasa Supernatural Tuhan Liht Publishing. 2011.

Pendidikan Agama Kristen, Allah Maha Kuasa, Jakarta: Gunung Mulia, 2007.

Tong, Stephen. Teologi Sistematika Volume 1 Dokrin Allah. Surabaya: Momentum 2008.

W.Menzies. William & Stanley M. Horton. Doktrin Alkitab, Malang: Gandum Mas 2003.







[

No comments:

Post a Comment

Jika anda Ingin Membantu pelayanan ini, silahkan kirimkan bantuan anda dengan menghubungi email charinmarbun@gmail.com. Jika anda diberkati silahkan Tuliskan dalam komentar. Jika ada pertanyaan dan permohonan Topik untuk dibahas, silahkan tuliskan dikolom komentar. Terimakasih sudah membaca, Tuhan Yesus memberkati selalu.