PENTINGNYA MENGAMPUNI

PENTINGNYA MENGAMPUNI


    Refleksi hari ini adalah bagaimana pengampunan itu menjadi sangat penting di dalam kehidupan orang percaya.  Pertama, Pengampunan berhubungan erat kaitannya antara kita dengan Tuhan.  Manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, ia sudah bertobat dan menerima pengampunan, namun naturnya sebagai manusia masih tetap.  Oleh karena itu, secara realita pengampunan masih tetap diperlukan, karena manusia masih terus saling mengampuni, karena masih selalu saling menyakiti dan melakukan kesalahan.  Pengampunan berhubungan dengan natur manusia sebagai makhluk yang berelasi yang menjadi kebutuhan dari manusia itu.  Jika dengan Allah saja kita bisa terputus hubungannya dan melanggar kehendaknya, terlebih jika dengan sesama.  Dalam hubungan sesama manusia tidak bisa dielakkan bahwa setiap orang membawa pandangan negative dari dirinya sendiri, sehingga ketika seseorang menyampaikan/melakukan sesuatu sekalipun hal itu positif maka kita terkadang menangkapnya negative. Oleh karena itulah, pertentangan, perbedaan dan ketidaksepahaman ada sesuatu tindakan yang tidak dapat dielakkan.  Oleh karena itu sering hal ini menjadikan kita sakit hati, kepahitan dan tidak mengampuni.  Hal inilah yang secara pribadi juga terkadang saya lupa, bahwa dalam setiap hubungan kita pasti selalu terjadi perbedaan dan konflik.  Namun kesadaran akan hal ini terkadang lupa sehingga membuat saya secara pribadi mempertahankan ego dan pendapat sendiri.  Padahal terkadang sering saya menyadari di dalam setiap konflik yang ada, jika bukan saya yang merasa kecewa, maka orang yang berlawanan dengan saya tersebut yang kecewa.  Maka dari itu, seharusnya hal ini membawa kita kepada kesadaran, bahwa perbedaan pemahaman dan konflik bisa saja terjadi setiap hari.  Saya juga menyadari bahwa orang-orang di sekitar saya bisa saja melaklukan hal yang mengecewakan saya, bisa saja membuat saya sakit hati, namun saat ini pilihan di tangan saya apakah saya akan memilih mengampuni mereka yang menyakiti, mereka yang mengecewakan atau justru memilih sakit hati dan mempertahankan sakit hati itu sehingga hal itu memang menjadi bagian dari diri saya.  Tentulah melalui ini, maka saya akan memilih untuk terus mengampuni, mengampuni dan mengampuni oleh karena melaluinya saya dapat disembuhkan dan dipulihkan.  Hal ini juga mengahruskan saya untuk mengampuni, disamping itu perintah Tuhan, sebab tidak mengampuni juga merupakan sebuah penyakit karena berdasarkan penelitian 61 % orang yang mengidap kanker mengalami masalah kemarahan dan kebencian.  Hal ini memberikan kepada saya secara pribadi kesadaran bahwa menyimpan kemarahann dan kebencian mendatangkan penyakit.  Terkadang sering saya juga menyimpan kemarahan karena tidak berani menyampaikan kepada orang tersebut bahwa saya tersakiti melalui perkataan, sikap seseorang tersebut, sehingga lebih sering menyimpannya dan meluapkannya ketika berdoa dan membaca mazmur seperti Daud.  Dengan kesadaran bahwa Menyimpan sesuatu dan tidak bisa mengampuni, maka Marah dan benci akan mendatangkan ketidakdamaian di hati, dan hal itu mendatangkan penyakit, maka saat ini saya secara pribadi akan lebih terbuka, dan lebih memilih untuk mengampuni dari pada menyimpan amarah dan kebencian.  Kesadaran bahwa setiap orang pasti melakukan kesalahan terhadap kita, dan kita juga melakukan kesalahn terhadap orang lain maka kita harus mengampuni.

 

1 comment:

  1. terimakasih atas renungannya yaa, Tuhan berkati selalu

    ReplyDelete

Jika anda Ingin Membantu pelayanan ini, silahkan kirimkan bantuan anda dengan menghubungi email charinmarbun@gmail.com. Jika anda diberkati silahkan Tuliskan dalam komentar. Jika ada pertanyaan dan permohonan Topik untuk dibahas, silahkan tuliskan dikolom komentar. Terimakasih sudah membaca, Tuhan Yesus memberkati selalu.