HIDUP BERINTEGRITAS/HIDUP DALAM KEBENARAN.
HIDUP BERINTEGRITAS/HIDUP DALAM KEBENARAN.
BILANGAN 24:1-25
Hidup Berintergritas sama dengan hidup dalam kebenaran. Integritas adalah kualitas diri seseorang yang mencerminkan keselarasan antara ucapan dengan perbuatan. Berintegritas berarti adanya kesamaan antara Tindakan seseorang dengan apa yang diucapkannya. Dalam bagian ini, kita akan belajar dari kisah Bileam dan Balak, yang menunjukkan bagaimana Bileam memiliki hidup yang berintegritas. Dalam kisah ini, ada 4 hal yang menunjukkan ciri integritas dalam kehidupan Bileam, Yakni:
1. Melakukan apa yang baik di Mata Tuhan, bukan di mata Manusia. (ayat 1).
Dalam bagian pertama Bilangan 24 ayat pertama dikatakan “Ketika dilihat Bileam, bahwa baik di mata TUHAN untuk memberkati Israel.” Bileam melihat bahwa yang baik di mata Tuhan adalah memberkati Israel, sekalipun tujuan utama ia dipanggil oleh Raja Balak untuk mengutuki bangsa Israel. Bileam lebih memilih untuk melakukan apa yang baik di mata Tuhan daripada apa yang baik di mata manusia. Bileam berfokus kepada apa yang Tuhan pandang baik.
Ada banyak orang lebih memilih menyenangkan manusia daripada menyenangkan Tuhan. Ada orang akhirnya melakukan kejahatan hanya karena ingin menyenangkan manusia sehingga dengan rela melakukan apa yang disukai oleh orang-orang disekitarnya, baik itu pimpinannya, orangtua, sahabat, teman dekat, tetangga dan lain-lain. Tetapi sebagai orang percaya, sebagai orang yang berintegritas, harus selalu memilih untuk melakukan apa yang baik di mata Tuhan daripada hanya yang baik di mata manusia. Kita harus lebih mengarahkan hidup kita kepada pandangan Tuhan, bukan pandangan manusia.
2. Rancangan Tuhanlah yang terjadi bukan rencana manusia (ayat 10).
Kejahatan akan selalu kalah oleh kebenaran. Niat jahat raja Balak yang ingin menghancurkan Israel dengan mengundang Nabi Tuhan, yakni Bileam untuk mengutuki Israel ternyata hasilnya mengecewakannya. Apa yang diharapkan oleh raja Balak untuk Israel, malah berbalik menyerang kekuasaannya sendiri. Hal ini membuat Balak menjadi marah kepada Bileam karena Israel justru diberkati oleh Bileam. Niat jahat Balak tidak terpenuhi. Rancangan jahat Balak tidak terjadi, tetapi justru Tuhan memakai rancangan jahat Balak menjadi berkat bagi Israel.
Saudara-saudara, jangan pernah merencanakan yang jahat terhadap orang-orang di sekitarmu, jika anda tidak mau seperti Balak. Karena rancangan Tuhanlah yang akan terjadi, bukan rancangann manusia. Oleh karena itu saudara-saudara, jangan takut akan rancangan jahat manusia, tetapi percayalah akan rancangan Tuhan. Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11). Manusia boleh merencanakan yang jahat, tetapi Tuhan memakainya menjadi berkat, kebaikan bagi kita orang percaya (Kejadian 50:20).
3. Lebih Taat kepada Tuhan daripada kepada manusia (ayat 13).
Mengutip pernyataan Bileam: “Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN k dengan berbuat baik atau jahat atas kemauanku sendiri; apa yang akan difirmankan l TUHAN, itulah yang akan kukatakan.” Bagian ini adalah komitmen yang diungkapkan oleh Bileam sebagai seorang nabi Tuhan yang memiliki Integritas. Komitmennya tidak luntur oleh tawaran emas dan perak dari raja Balak. Ketaatannya kepada firman Tuhan tidak perlu diragukan lagi. Bahkan jika raja Balak memberikan Bileam seitana penuh dengan emas dan perak, ia tidak akan melanggar titah Tuhan. Bileam menegaskan bahwa ia tidak mau bertindak atas dasar kemauannya sendiri sebagai manusia. Tetapi ia bertindak atas apa yang Tuhan katakan kepadanya. Ia lebih taat kepada Tuhan daripada kepada manusia, meskipun Balak yang memerintahkannya. Ketaatan Bileam kepada Tuhan tidak bisa ditawar untuk digantikan dengan apapun.
Dewasa ini, justru banyak orang tidak percaya atau pun orang percaya lebih memilih taat kepada manusia daripada kepada Tuhan. Salah satu contoh, kita kisa datang ke tempat kerja dengan tepat waktu, tetapi datang beribadah selalu terlambat. Hal ini dikarenakan kita lebih takut pimpinan kita daripada kita Takut akan Tuhan. Mari kita menyelidiki hati, apakah ketaatan kita kepada Tuhan masih bisa ditawar-tawar/digantikan dengan yang lain yang kita rasa lebih berharga. Ketika ketaatan seseorang kepada Tuhan masih bisa ditawar-tawar, maka hal inilah yang akan membuatnya menjadi orang yang tidak berintegritas.
4. Berani Menyatakan Kebenaran.
Seeorang yang berintegritas adalah ia yang berani menyatakan kebenaran apapun resikonya. Demikianlah Bileam adalah seorang yang menyatakan kebenaran. Bileam menyatakan apa yang akan terjadi kepada bangsa yang sedang dikuasai oleh Raja Balak. Bileam menyatakan langsung nubuat penghukuman Tuhan atas kekuasaaan Balak. Berita seperti tentunya akan menyakitkan bagi Balak, dimana ia meminta Bileam mengutuki Israel, tetapi justru ia sendirilah yang dikutuki oleh Bileam. Hal ini bisa merugikan dan bahkan mengancam nyawa dari pada Bileam. Bisa saja, Balak marah dan membunuh Bileam. Tetapi Bileam tidak takut, ia menyatakan apa yang benar dari Tuhan. Bileam tidak takut akan Balak. Ia dengan berani menyatakan kebenaran. Hal ini sesuai juga dengan apa yang Yesus sampaikan “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. u Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat”(Matius 5:37). Oleh karena itu dapat disimpulkan, bahwa seorang yang berintegritas adalah seorang yang berani menyatakan kebenaran. Seorang yag berintegritas adalah orang yang perkataannya dapat dipercaya.

Comments
Post a Comment
Jika anda Ingin Membantu pelayanan ini, silahkan kirimkan bantuan anda dengan menghubungi email charinmarbun@gmail.com. Jika anda diberkati silahkan Tuliskan dalam komentar. Jika ada pertanyaan dan permohonan Topik untuk dibahas, silahkan tuliskan dikolom komentar. Terimakasih sudah membaca, Tuhan Yesus memberkati selalu.